Ramadan 1447 H, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Salurkan Zakat kepada 4.305 Mustahik
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso kembali menyalurkan zakat mal kepada ribuan masyarakat pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tahun ini, sebanyak 4.305 mustahik menerima zakat yang disalurkan oleh pesantren yang berlokasi di kawasan Masjid Kembar Ponpes Al-Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Minggu (15/3/2026).
Sejak siang sebelum pelaksanaan salat Dhuhur, ribuan warga telah berdatangan dan memadati halaman Masjid Kembar di lingkungan pesantren.
Mereka datang dari berbagai wilayah di Bondowoso maupun daerah sekitar dengan harapan dapat menerima zakat yang dibagikan setiap Ramadan tersebut.
Penyaluran zakat kemudian dilaksanakan setelah salat Dhuhur secara tertib dengan melibatkan panitia dari kalangan santri dan pengurus pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, menjelaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan amanah dari para muzakki yang mempercayakan penyalurannya melalui pesantren. Ia menilai hal itu mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.
Menurutnya, jumlah penerima zakat tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu penerima zakat sekitar 2.223 orang, sedangkan tahun ini mencapai 4.305 mustahik. Alhamdulillah ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada pesantren terus meningkat dan penghasilan para muzakki juga semakin baik,,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian zakat yang disalurkan tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada zakat produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi para penerima.
Dengan konsep tersebut, diharapkan para mustahik dapat meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
“Harapannya, mereka yang saat ini menjadi mustahik suatu saat bisa berkembang menjadi muzakki atau pemberi zakat,” jelasnya.
Dalam beberapa program pemberdayaan, zakat produktif bahkan diberikan dalam bentuk bantuan ternak maupun usaha kecil yang dapat dikembangkan secara bertahap oleh para penerima.
Menurut KH Thoha, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau zakat hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat tentu cepat habis. Tapi jika dikelola secara produktif, manfaatnya bisa dirasakan lebih lama dan membantu meningkatkan ekonomi umat,” tambahnya.
Sebelum penyaluran zakat kepada masyarakat, dalam rangkaian kegiatan yang sama Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso juga menyalurkan Bantuan Hari Raya (BHR) kepada para aparat dan pengurus pondok.
Sebanyak 288 aparat pesantren, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, menerima bantuan tersebut dalam kegiatan rapat rutin aparat pesantren yang digelar di Masjid Kembar sebelum pelaksanaan salat Dhuhur.
Selain BHR, para aparat juga menerima paket kurma masing-masing 2 kilogram. Pembagian tersebut merupakan tahap kedua setelah sebelumnya pada awal Ramadan pesantren juga memberikan paket kurma kepada para aparat serta menyalurkan sekitar 4,5 ton kurma kepada jamaah dan masyarakat.
Program sosial tersebut telah menjadi agenda rutin Pondok Pesantren Al-Ishlah setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian pesantren terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat semangat berbagi di tengah umat.
Editor : Yuris. T. Hidayat