"Alergi" Urbanisasi, Pakar Ingatkan Pemkot Surabaya Warga Pendatang Punya Andil dalam Pembangunan Kota

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

Surabaya,JatimUPdate.id - Pakar Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni mendorong Pemkot Surabaya melakukan pendekatan inklusif terkait urbanisasi.

"Menurut saya pendekatan yang lebih tepat dengan cara pengelolaan urbanisasi secara inklusif ketimbang operasi yustisi," kata Bimo kepada Jatimupdate.id, Selasa (24/3).

Selain itu Bimo juga meminta Pemkot melakukan pendataan terhadap warga pendatang. 

Pendataan itu, kata Bimo untuk membuka akses lapangan pekerjaan bukan malah menyeleksi kedatangan mereka.

"Perlu adanya pendataan yang lebih baik, penguatan terhadap akses lapangan pekerjaan, dan juga integrasi sosial ekonomi dari kelompok masyarakat pendatang, bukan dengan cara menyeleksi mereka sedari awal," sergah Bimo.

Pasalnya, jika pemkot alergi terhadap urbanisasi, Bimo menganggap tindakan itu kurang elok. 

Sebab warga pendatang juga punya andil dalam pembangunan kota kendati awalnya merintis.

IDUL FITRI 1447H JATIM UPDATE

"Bicara tentang pembangunan kota, di awal-awal banyak di antara generasi yang hidup sekarang, awalnya juga merupakan pendatang. Baik di kota Surabaya di ibu kota Jakarta ataupun kota besar di wilayah Indonesia," beber Bimo.

"Mereka adalah pendatang yang pada akhirnya dimulai dari awal, mereka merintis dan lain-lain," tambah Bimo.

Maka dari itu, Bimo menekankan Pemkot harus memperjelas kriteria apa itu pekerjaan jelas.

Sehingga tidak menimbulkan pemahaman subjektif dan memunculkan problematik.

"Harus diperjelas lah terkait istilah-istilah yang bisa menjadi multitafsir, akhirnya dalam konteks implementatif di lapangan bisa sangat subjektif, dan menimbulkan problematika baru," urai Ken Bimo Sultoni. (Roy)