Usai Lebaran, Bupati Lamongan Tekankan Efisiensi di Tengah Ancaman Krisis Energi

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lamongan Yuhroenur Efendi tengah didampingi Wakil Bupati Lamongan Dirham Aksara Akbar (kanan) dan Sekda Lamongan Nalikan saat doorstops dengan kalangan jurnalis seusai halal bil halal.
Bupati Lamongan Yuhroenur Efendi tengah didampingi Wakil Bupati Lamongan Dirham Aksara Akbar (kanan) dan Sekda Lamongan Nalikan saat doorstops dengan kalangan jurnalis seusai halal bil halal.

 

Lamongan, JatimUPdate.id, – Memasuki hari pertama kerja usai libur Lebaran, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, langsung menekankan pentingnya semangat efisiensi dan penghematan energi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengingatkan, ke depan pemerintah daerah akan dihadapkan pada berbagai tantangan baru, mulai dari dinamika kerja yang semakin kompleks hingga ancaman krisis energi global.

“Ke depan tentu banyak tantangan yang harus kita hadapi. Banyak hal baru yang sebelumnya belum pernah kita temui. Untuk itu, semangat efisiensi dan hemat energi ini harus menjadi bagian dari pekerjaan kita sehari-hari,” ujarnya saat kegiatan Halal Bihalal di halaman Kantor Pemkab Lamongan, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, efisiensi tidak hanya sebatas pada penggunaan energi, tetapi juga mencakup seluruh aspek operasional kerja yang bisa dioptimalkan agar lebih efektif dan tidak terjadi pemborosan sumber daya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah tekanan dan tantangan yang terus berkembang.

Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA), Bupati Yes menyebut hingga saat ini belum ada petunjuk maupun surat edaran resmi yang mengatur penerapannya di lingkungan pemerintah daerah.

“Memang sampai hari ini belum ada keputusan atau surat khusus terkait WFA. Tetapi semangatnya adalah bagaimana kita bisa menghemat seluruh sumber daya yang ada, dan itu tetap bisa dilakukan dengan bekerja seperti biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk bersama-sama mengantisipasi potensi krisis energi melalui langkah penghematan yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan penerapan prinsip efisiensi tersebut, diharapkan kinerja pemerintahan tidak hanya tetap optimal, tetapi juga mampu beradaptasi secara cepat dan responsif terhadap perubahan situasi global.

“Semua harus bisa kita hadapi bersama, sehingga pekerjaan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ries/yh)