Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking Dua Proyek Refinery Di Cilacap Dan Dumai, Kapasitas 62.000 barel per hari

avatar Miftahul Rachman
  • URL berhasil dicopy
Foto Pertamina hasil olahan.
Foto Pertamina hasil olahan.

Cilacap, JatimUPdate.id - Proyek pengembangan kilang atau refinery development master plan (RDMP) gasoline atau bensin baru pada fasilitas eksisting RU II Dumai, Riau dan RU IV Cilacap, Jawa Tengah dan Dumai, Riau milik PT Pertamina (Persero) resmi dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (29/4).

Kedua proyek itu memiliki kapasitas 62.000 barel per hari (bph).

Proyek tersebut mampu untuk substitusi impor bensin hingga 2 juta kiloliter (kl) per tahun atau 9,47% gap supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani Perkasa mengatakan pembangunan dua kilang bensin (gasoline) tersebut bisa mengurangi impor BBM sebesar US$1,25 miliar per tahun atau sekitar Rp21 triliun dengan asumsi kurs saat ini.

Terpisah, Direktur Infrastruktur Project dan Aset Integritas Patra Niaga Setyo Pitoyo mengatakan untuk sementara ini dua kilang ini dijadwalkan rampung pada 2030. Pertamina akan mengupayakan percepatan dengan membangun kilang dengan teknik modular secara paralel, di mana konstruksi dapat dipasang seperti “puzzle”.

Terkait dengan produk yang dihasilkan proyek kilang bensin baru tersebut, Setyo menjelaskan nantinya akan sesuai dengan standar minimum kualitas Pertamax atau bensin dengan nilai oktan atau research octane number (RON) 92. 

Dia pun optimistis pembangunan kedua proyek tersebut dapat menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja selama 1—2 tahun ke depan.

Sumber Bloomberg Technoz, Investortrust. (red/yh)