Persiapan Peresmian 1.000 Unit Gerai KDMP Pada 18 Mei 2026
Menteri Koperasi Tinjau Kesiapan Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro
Bojonegoro, JatimUPdate.id – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau kesiapan peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita dan didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Peninjauan dilakukan di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, sebagai bagian dari rangkaian persiapan peluncuran serentak 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang.
Meski demikian, Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan informasi bahwa rencana peresmian gerai KDMP yang berjumlah 1.000 unit akan dilaksanakan pada Senin (18/05/2026).
Sementara itu, turut hadir dalam kunjungan tersebut jajaran TNI, pemerintah daerah, serta perwakilan sejumlah instansi terkait.
Sebelum menuju Bojonegoro, rombongan lebih dahulu melakukan peninjauan di Kabupaten Nganjuk.
Berdasarkan paparan Kodim 0813 Bojonegoro, progres pembangunan KDKMP di wilayah tersebut telah mencapai 396 titik dari target 430 desa atau sekitar 92,9 persen.
Dari jumlah itu, sebanyak 160 titik dilaporkan telah selesai sepenuhnya.
Untuk tahap awal peluncuran, Bojonegoro menyiapkan 85 gerai koperasi yang tersebar di 22 kecamatan.
Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta tingkat kerawanan bencana.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengatakan, koperasi tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui kolaborasi dengan UMKM lokal dan BUMD pangan.
“Koperasi ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi motor penggerak potensi lokal,” ujar Dandim Bojonegoro.
Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan mampu menyerap hasil pertanian masyarakat, seperti padi, jagung, dan kedelai, dengan harga yang lebih kompetitif.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Panglima TNI menekankan pentingnya kesiapan operasional agar tidak terjadi kendala distribusi maupun persoalan teknis saat peluncuran nasional berlangsung.
“Orientasi kita adalah memastikan tidak ada kendala teknis saat operasional,” kata Tandyo.
Ia juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun awal, KDKMP akan dijalankan dengan sistem manajemen komando sebelum nantinya dikelola secara lebih mandiri.
Setiap unit koperasi nantinya akan melibatkan 18 personel yang terdiri atas satu manajer, empat tenaga ahli pangan, dan 13 tenaga lokal yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui asosiasi koperasi.
KDMP Akan Jadi Off-Taker Produk Unggulan Desa
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa KDKMP diarahkan menjadi off-taker produk unggulan desa.
Karena itu, setiap daerah didorong melakukan pemetaan potensi lokal agar koperasi dapat menyerap sekaligus memasarkan produk masyarakat secara optimal.
“Ke depan, koperasi juga akan didorong memanfaatkan sistem digital dan layanan berbasis aplikasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperluas akses pemasaran produk desa,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan tenaga kerja pengelola gerai koperasi diprioritaskan berasal dari desa setempat guna membuka lapangan pekerjaan baru dan mendorong pemerataan ekonomi di pedesaan.
Sementara itu, PT Agrinas Pangan Nusantara menyebut pembangunan gerai koperasi merupakan bagian dari percepatan pembangunan ekonomi berbasis desa yang telah didukung regulasi dan alokasi anggaran khusus.
Melalui percepatan operasional KDKMP, pemerintah berharap terbentuk ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat