Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era

UI Cordoba Hadirkan Akademisi Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia Bahas AI, Etika, dan Masa Depan Manusia

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Flayer Acara UI Cordoba
Flayer Acara UI Cordoba

 

Banyuwangi, JatimUPdate.id — Ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memengaruhi cara manusia bekerja, berbisnis, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan politik, muncul satu pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berpihak pada kemanusiaan?

Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) menyelenggarakan International Lecture bertajuk “Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era”, yang menghadirkan tiga akademisi dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia untuk mendiskusikan masa depan AI dari perspektif etika, kepercayaan, politik global, dan pengembangan manusia.

Forum akademik internasional ini mempertemukan pemikiran lintas disiplin yang menyoroti bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan algoritma, tetapi juga oleh nilai-nilai yang membimbing penggunaannya.

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, pertanyaan mengenai etika, kepercayaan, dan relevansi manusia menjadi semakin penting untuk didiskusikan secara mendalam.

Pembicara pertama, Dr. Halimin Herjanto, Associate Professor of Marketing dari Marymount University, Amerika Serikat, akan menyampaikan materi berjudul “Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World.”

Melalui riset-risetnya di bidang perilaku konsumen dan pemasaran digital, Dr. Halimin menjelaskan bagaimana dunia bisnis saat ini menghadapi krisis kepercayaan.

Konsumen semakin skeptis terhadap iklan dan komunikasi pemasaran yang dianggap manipulatif. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Islam seperti Amanah (trustworthiness) dan Sidq (truthfulness) menawarkan fondasi yang kuat untuk membangun hubungan jangka panjang antara merek dan pelanggan.

Menurutnya, pemasaran yang jujur bukan hanya etis, tetapi juga menciptakan loyalitas dan keberlanjutan bisnis yang lebih kuat.

Pembicara kedua, Prof. Suyatno Ladiqi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, akan membawakan tema “From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics.”

Dalam presentasinya, Prof. Ladiqi akan mengulas bagaimana revolusi digital dan AI telah mengubah struktur kekuasaan global. J

ika sistem internasional modern selama ini bertumpu pada konsep negara-bangsa dan kedaulatan Westphalia, maka era digital menghadirkan aktor-aktor baru berupa platform teknologi, algoritma, dan jaringan data yang memiliki pengaruh lintas batas negara.

Di tengah perubahan tersebut, prinsip-prinsip Islam seperti adl (keadilan), amanah (akuntabilitas), dan maslahah (kemaslahatan publik) dapat menjadi landasan etik dalam membangun tata kelola AI yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Sementara itu, Prof. Agus Trihartono, Rektor Universitas Islam Cordoba, akan menyampaikan keynote lecture berjudul “The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI.”

Dalam sesi ini, Prof. Agus akan mengajak peserta merefleksikan apa yang membuat manusia tetap relevan ketika kecerdasan buatan semakin mampu menjalankan berbagai fungsi intelektual yang sebelumnya menjadi domain manusia.

Ia menegaskan bahwa keunggulan manusia tidak hanya terletak pada kemampuan berpikir, tetapi juga pada kebijaksanaan, empati, kreativitas, karakter, dan spiritualitas.

Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kualitas-kualitas inilah yang akan menentukan kepemimpinan, makna hidup, dan masa depan peradaban.

Menurut Prof. Agus Trihartono, diskusi mengenai AI tidak boleh berhenti pada aspek teknologi semata.

“Teknologi menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan. Etika menjawab pertanyaan tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sementara kebijaksanaan membantu kita memahami mengapa sesuatu perlu dilakukan. Masa depan AI harus dibangun di atas ketiga fondasi tersebut,” ujarnya.

Melalui forum ini, Universitas Islam Cordoba ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan inovasi teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika Islam. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan pembangunan peradaban yang berkeadilan, bermartabat, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas sivitas akademika dan mahasiswa Universitas Islam Cordoba, serta perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso.

Di antaranya berasal dari STAI Al-Utsmani Bondowoso, IAI At-Taqwa Bondowoso, serta sejumlah kampus mitra lainnya di kawasan Banyuwangi.

Sebagai bagian dari upaya membangun dialog yang lebih luas antara dunia akademik dan masyarakat sipil, Universitas Islam Cordoba juga secara khusus mengundang Lakpesdam NU Banyuwangi untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai etika, kecerdasan buatan, dan masa depan peradaban manusia.

Kehadiran akademisi, mahasiswa, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil dalam forum ini diharapkan dapat memperkaya pertukaran gagasan, memperluas jejaring kolaborasi antarlembaga, serta mendorong lahirnya perspektif yang lebih inklusif dalam merespons tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan manual detail acara :

Tema Besar

Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era

Hari/Tanggal

Jumat, 5 Juni 2026

Tempat

Universitas Islam Cordoba, Banyuwangi

Pembicara

Dr. Halimin Herjanto
Associate Professor of Marketing, Marymount University, USA

Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World

Prof. Suyatno Ladiqi

Professor, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia

From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics

Prof. Agus Trihartono

Rector, Universitas Islam Cordoba, Indonesia

The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI

Narahubung Media

Humas Universitas Islam Cordoba
Alda : WA: [+62 877-5715-1347] (ries/yh)