UI Cordoba Bakal Gelar Seminar Internasional Tentang Masa Depan Tidak Ditentukan IA, Tapi Kebijakan Manusia
Banyuwangi, JatimUPdate.id - Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan rilis berupa petikan wawancara khusus Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi dengan jurnalis untuk kebutuhan publikasi terkait agenda seminar internasional yang akan digelar Hari ini, Jumat (5/06/2026).
Lebih jauh berikut versi wawancara
Wawancara Khusus
Rektor UI Cordoba: “Masa Depan Tidak Hanya Ditentukan oleh AI, Tetapi oleh Kebijaksanaan Manusia”
Wartawan:
Universitas Islam Cordoba akan menggelar International Lecture bertajuk Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era. Mengapa tema ini dianggap penting?
Prof. Agus Trihartono:
Karena kita sedang hidup di masa yang sangat unik. Dulu teknologi membantu manusia bekerja lebih cepat. Sekarang teknologi mulai membantu manusia berpikir, menganalisis, bahkan mengambil keputusan. Kecerdasan buatan sudah masuk ke hampir semua sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, bisnis, pemerintahan, hingga politik internasional.
Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan mengubah dunia. Itu sudah terjadi. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memastikan perubahan tersebut tetap berpihak pada manusia.
Wartawan:
Mengapa Universitas Islam Cordoba merasa perlu mengangkat tema etika dan kemanusiaan dalam diskusi tentang AI?
Prof. Agus Trihartono:
Karena teknologi tidak pernah benar-benar netral. Teknologi selalu membawa konsekuensi sosial, politik, ekonomi, bahkan moral.
AI dapat membantu manusia menyelesaikan banyak persoalan. Tetapi AI juga dapat memperbesar ketimpangan, memperkuat manipulasi informasi, dan menggeser berbagai fungsi manusia jika tidak diarahkan dengan baik.
Karena itu kami ingin menghadirkan diskusi yang tidak hanya bertanya apa yang bisa dilakukan oleh teknologi, tetapi juga apa yang seharusnya dilakukan dan untuk tujuan apa teknologi itu digunakan.
Wartawan:
Apa yang membuat forum ini istimewa?
Prof. Agus Trihartono:
Kami menghadirkan tiga perspektif yang saling melengkapi.
Dr. Halimin Herjanto dari Amerika Serikat akan membahas bagaimana membangun kepercayaan di tengah dunia pemasaran yang semakin dikendalikan algoritma.
Prof. Suyatno Ladiqi dari Malaysia akan mengulas bagaimana kecerdasan buatan mulai memengaruhi politik global dan bagaimana etika Islam dapat menjadi panduan dalam tata kelola AI.
Sementara saya sendiri akan membahas bagaimana manusia tetap relevan ketika mesin semakin cerdas.
Jadi kita berbicara tentang AI dari sudut bisnis, politik global, dan masa depan manusia sekaligus.
Wartawan:
Judul presentasi Anda adalah The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI. Apa yang dimaksud dengan “human advantage”?
Prof. Agus Trihartono:
Banyak orang khawatir AI akan menggantikan manusia. Menurut saya, pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang tidak bisa digantikan oleh AI?
Mesin mungkin bisa menghitung lebih cepat. Mesin mungkin bisa mengingat lebih banyak data. Tetapi manusia memiliki kebijaksanaan, empati, intuisi moral, kemampuan memberi makna, dan kesadaran spiritual.
Di masa depan, yang paling relevan bukanlah mereka yang hanya memiliki informasi paling banyak. Yang paling relevan adalah mereka yang memiliki karakter, kebijaksanaan, dan kemampuan menggunakan teknologi untuk kebaikan bersama.
Wartawan:
Siapa saja peserta yang akan hadir dalam kegiatan ini?
Prof. Agus Trihartono:
Kami memperkirakan sekitar 150 peserta akan mengikuti kegiatan ini.
Mereka berasal dari sivitas akademika dan mahasiswa Universitas Islam Cordoba, serta berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di Banyuwangi dan Bondowoso. Di antaranya STAI Al-Utsmani Bondowoso dan IAI At-Taqwa Bondowoso.
Kami juga secara khusus mengundang Lakpesdam NU Banyuwangi karena kami percaya diskusi tentang AI tidak boleh hanya menjadi percakapan di ruang akademik.
Masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan komunitas lokal juga perlu terlibat karena dampak AI akan dirasakan oleh semua orang.
Wartawan:
Apa harapan Anda dari kegiatan ini?
Prof. Agus Trihartono:
Saya berharap peserta tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru tentang AI.
Saya berharap mereka pulang dengan kesadaran baru bahwa masa depan tidak hanya dibentuk oleh algoritma. Masa depan juga dibentuk oleh nilai-nilai yang kita pilih untuk dipertahankan.
Teknologi akan terus berkembang. AI akan semakin canggih. Namun pertanyaan tentang kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kebijaksanaan akan tetap menjadi pertanyaan manusia.
Karena pada akhirnya, tantangan terbesar abad ke-21 bukanlah menciptakan mesin yang lebih cerdas. Tantangan terbesar kita adalah memastikan manusia tetap bijaksana ketika teknologi menjadi semakin kuat.
International Lecture
Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era
Jumat, 5 Juni 2026
Universitas Islam Cordoba, Banyuwangi
Pembicara:
* Dr. Halimin Herjanto (Marymount University, USA)
Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World
* Prof. Suyatno Ladiqi (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia)
From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics
* Prof. Agus Trihartono (Universitas Islam Cordoba, Indonesia)
The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI
Informasi Media:
Alda
WA: 0877-5715-1347. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman