Sarmuji : Demokrasi Sehat Harus Buka Aspirasi Rakyat Secara Luas

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh Badan Sosialisasi MPR RI, Fraksi Golkar MPR RI dan Pengajian Al-Hidayah
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh Badan Sosialisasi MPR RI, Fraksi Golkar MPR RI dan Pengajian Al-Hidayah

Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, kembali menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia harus ditandai dengan hadirnya masyarakat yang kritis, dinamis, serta terbukanya ruang aspirasi rakyat yang sehat tanpa pembungkaman oleh pihak mana pun.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar Badan Sosialisasi MPR RI bersama Fraksi Partai Golkar MPR RI dan Pengajian Al-Hidayah di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/06/2026).

Sarmuji menilai demokrasi tidak cukup hanya ditopang oleh pemilu, tetapi juga harus diiringi dengan kualitas partisipasi publik dalam mengawal kebijakan negara secara konstruktif.

“Ciri-ciri demokrasi yakni tumbuhnya masyarakat yang kritis dan dinamis serta tumbuhnya kanal aspirasi rakyat yang bagus. Anggota DPR selayaknya tidak membungkam aspirasi warga negara,”tegasnya.

Menurutnya, pemilu merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi karena berfungsi sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah sekaligus menjadi sumber legitimasi kekuasaan.

Ia juga menjelaskan bahwa konsolidasi demokrasi yang ideal harus didukung oleh institusi pemerintahan yang kuat, penegakan hukum yang konsisten, kinerja ekonomi yang stabil, serta budaya politik yang sehat dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji turut menyinggung dinamika sistem politik Indonesia pascareformasi yang membuat keterhubungan antara caleg dan masyarakat semakin kuat, meski di sisi lain memunculkan tantangan seperti biaya politik yang tinggi.

Ia menambahkan bahwa Fraksi Partai Golkar telah mengkaji sejumlah opsi reformasi sistem pemilu, mulai dari sistem terbuka terbatas hingga gagasan digitalisasi pemilu, yang masih perlu kajian mendalam terkait keamanan data dan tata kelola.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar, menegaskan pentingnya penguatan 4 Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yang harus diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari (*)