Sebut Jumlah Dapil Saat Ini Tak Proporsional, Bawaslu Surabaya ‘Otak-Atik’ Konsep Ideal Pemilu 2029
Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, mengaku telah melakukan kunjungan ke lintas partai politik di kota Pahlawan terkait pemekaran dapil.
Novli menyebut kunjungan tersebut untuk menampung masukan partai politik terkait konsep dapil yang ideal pada pemilu 2029.
"Bawaslu kota Surabaya banyak menerima masukan, saran dari partai politik untuk bisa memperbaiki atau meredesain konsep dapil di kota Surabaya," tutur Novli, dikawasan Yos Sudarso, Rabu (24/6).
Sebab kata Novli, jumlah dapil di Surabaya saat ini dianggap tidak proporsional, tidak sinkron antara jumlah kursi dan luas wilayah.
Dasar pertimbangannya, ungkap Novli merujuk pada Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang pemilu pembentukan dapil.
"Dapil itu kan harus memenuhi prinsip 7, efisienitas, lalu kemudian proporsionalitas, lalu integritas kewilayahan, dan lain-lain," tambah Novli.
Selain itu, lanjut Novli pemekaran dapil juga berdasarkan jumlah penduduk kota Pahlawan yang sudah tembus 3.386.000 jiwa.
Ia menegaskan, jika jumlah penduduk tembus 3 juta, konsekuensinya hatus terdapat penambahan kursi, dari 50 menjadi 55 kursi DPRD.
"Nah, tentu saja 55 kursi ini tidak menutup kemungkinan akan ada perombakan wilayah dapil pemilihan di kota Surabaya," jelasnya.
Maka dari itu, Bawaslu bersama pihak terkait dan stakeholder sedang mengkaji jumlah dapil yang ideal pada Pemilu 2029.
"Nah, kita sedang mengotak-atik kira-kira idealnya untuk dapil di kota Surabaya itu berapa disesuaikan dengan penambahan kursi yang semula 50 ke 55 kursi," beber Novli Bernado Thyssen. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman