Pelindo Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores, Operasional Pelabuhan Mulai Pulih

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Bantuan PT Pelindo untuk korban bencana NTT
Bantuan PT Pelindo untuk korban bencana NTT

Surabaya,JatimUPdate.id -Gempa bumi yang berdampak pada sejumlah fasilitas pelabuhan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak menyurutkan langkah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk membantu masyarakat terdampak.

Pelindo Grup menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui kolaborasi antar-entitas perusahaan dan koordinasi dengan Satuan Tugas BUMN serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Bantuan dikirim melalui sejumlah jalur, antara lain Kupang, Labuan Bajo, dan Surabaya. Pelindo juga menggunakan jalur distribusi lain untuk mempercepat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak.

Bantuan tersebut merupakan kontribusi sejumlah entitas Pelindo Grup di Surabaya, yakni PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP), PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan PT Pelindo Marine Service (PMS).

Executive Director 3 Pelindo Wahyu Widodo mengatakan bencana tidak mengurangi komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat.

“Meskipun sejumlah fasilitas pelabuhan Pelindo di NTT juga terdampak gempa, kondisi tersebut tidak menyurutkan kepedulian dan komitmen kami untuk membantu masyarakat. Pelindo bergerak cepat bersama entitas Pelindo Grup untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” tutur Wahyu, Jum'at (21/8).

Bantuan tahap awal diserahkan pada Senin, 17 Agustus 2026, di Ende. Bantuan diterima BPBD Kabupaten Ende untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Sehari kemudian, Selasa, 18 Agustus 2026, bantuan juga dijadwalkan diserahterimakan kepada BPBD Maumere. Sejumlah bantuan lainnya masih dalam perjalanan menuju Ende dan Maumere.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia. Di antaranya selimut dan kasur.

Jenis bantuan tersebut disiapkan berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD setempat agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengungsi pascabencana.

Gempa berkekuatan 7,7 SR sebelumnya mengguncang NTT dan berdampak pada sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo di Pulau Flores. Gangguan tersebut sempat memengaruhi operasional pelabuhan.

Dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Labuan Bajo dan Pelabuhan Ende/Ippi, mengalami kerusakan ringan. Sementara Pelabuhan Maumere mengalami dampak paling parah.

Pelindo kemudian melakukan percepatan pemulihan. Sejumlah pelabuhan yang sebelumnya mengalami gangguan kini mulai kembali memberikan pelayanan operasional secara normal.(Yh)