Jangan Cuma Sidak Wong Cilik, Berani Sikapi Ketimpangan Elite
Catatan Redaksi - Pemkot Surabaya harus memastikan pengawasan tidak berhenti pada persoalan yang bersentuhan langsung dengan warga kecil, seperti parkir, pedagang kaki lima, atau pelanggaran ketertiban di ruang publik.
Sebab mencuatnya dugaan provatisasi air di perumahan elite sedianya jadi atensi lebih besar untuk disidak, utamanya akses terhadap layanan dasar, pengelolaan jaringan di kawasan perumahan.
Pun transparansi pungutan yang dibebankan kepada pelanggan.
Memang penertiban terhadap wong cilik juga penting. Namun, keberpihakan pemkot semestinya terlihat lebih gagah dan berani ketika face to face dengan kepentingan kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi lebih besar.
Pemkot dan DPRD Surabaya dituntut berani memeriksa ketimpangan pengelolaan layanan publik, termasuk ketika kepentingan warga berbenturan dengan kepentingan golongan elite.
Jangan sampai ketegasan pemkot cuma terlihat ketika menertibkan masyarakat kecil, sementara persoalan terkait kepentingan kelompok kuat justru berjalan tanpa pengawasan yang sama ketatnya.
Ukuran keberpihakan pemkot dan organisasi perangkat daerah (OPD) bukan karena viral di medsos saat melakukan inspeksi mendadak.
Namun pemkot dan OPD nya juga berani memastikan aturan dan pelayanan publik berlaku adil untuk semua.
Editor : Redaksi