Catatan Mas AAS

Bukalah Hatimu Kepada Alam Semesta

Reporter : -
Bukalah Hatimu Kepada Alam Semesta
catatan Mas AAS

"Setiap kali aku merenungi keajaiban semesta, aku belajar mensyukuri segala nikmat yang telah diberikanNya!"


Pagi ini aku olahraga pagi jalan kaki keliling rumah. Sepi, dingin, sendirian, sambil melihat dan mengamati satu demi satu ciptaanNya. Dedaunan yang bergerak pelan saat diterpa angin sepoi yang menghampiri, burung kutilang dan burung derkuku saat bersuara lantang dengan suara uniknya seakan ikut bersamaku menikmati udara dan suasana pagi ini.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Kadang jalan kesunyian menghampiri manusia. Ia harus sendirian melewatinya.

Kejarlah cita-cita itu jangan melihat ke belakang lagi. Suatu saat pasti engkau akan menggapainya.

Dan alam selalu mengajarkan hal yang sama dan besar maknanya setiap pagi hari. Mentari tak pernah ingkar janji, ia selalu terbit di timur tuk menyinari bumi. Meski apapun yang terjadi.

Tahukan Anda setiap anak manusia. Ada kalanya mengalami patah hati, kesepian, penolakan, dan beragam kegagalan. Namun sekali lagi saat melebur dan kemudian mau belajar kepada alam, secercah sinar, sebongkah keyakinan, memandu diri untuk bangkit dan terus maju melangkah meraih mimpi!

Ikuti bintang Anda. Jangan padamkan api yang telah Anda bawa, pegang erat-erat itu. Selama kita masih mau melangkah, mesti tertatih dan hanya bisa merangkak saja. Tak ada istilah gagal itu.

Jangan menyerah, ikuti kata hatimu. Dengan cinta akan membawa setiap anak manusia mampu melewati kegelapan yang acap kali dialaminya.

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Dan pagi ini aku belajar untuk rendah hati. Untuk membuka hati kepada alam semesta. Darinya kita diajari untuk percaya, dan perihal percaya ini, sungguh perlu dilatihkan secara terus-menerus dalam setiap keadaan dan peristiwa,
"I Believe in You".

Dan pohon-pohon itu. Dan daun-daun itu. Dan burung-burung itu. Dan binatang-binatang melata itu. Mereka teguhkan dirinya untuk terus hidup menunjuk arah di masa depan! Dengan melakukan sesuatu yang terbaik pada hari ini. Sebelum kemudian ia mati, karena tua, atau habis masa hidupnya!

Dan sepertinya semakin aku mengamati dan menikmati tingkah dan polah dari makhluk ciptaanNya pada pagi ini tadi. Aku semakin dalam tertular oleh virus kebaikan dan keteguhan perilaku mereka.

Lalu, seperti biasa sehabis berjalan kaki itu selesai, lalu duduk di fasum Perumahan. Duduk di bawah pohon beringin, aku memahat huruf-huruf yang biasanya untuk menyuarakan semua yang terlintas di pikiran, di benak ini.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Dan kemudian jemari itu menari lemah gemulai di atas gawai kerjakan tugasnya, tanpa aku bisa hentikan lagi gerakannya.

Aku hanya bisa berpikir siapa tahu saja, tulisan ini menjadi ladang kebaikan yang bisa aku ukir. Di setiap jengkal nafas kehidupan yang masih bisa aku hirup ini.

Demikian, semoga ada manfaatnya, amin.


AAS, 25 Desember 2022
Fasum Perumahan Rungkut Asri Barat Surabaya

Editor : Nasirudin