Catatan MAS AAS
Aku Mau
Pagi ini hadir lagi. Aku dan kamu masih hidup dan bernafas kembali!
Kadang peristiwa itu jadi berita yang biasa saja. Bukankah demikian?
Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Pagi ini aku mau membaca puisi W.S. Rendra. Puisi terakhir yang ia gores melalui jemarinya sebelum ia pulang. Ia kabarkan kesederhanaan di keseharian hidup yang hakiki. Ia mau jadi kekasih Sang Junjungan, bukan seorang mitra dagang semata! Itu ajakan yang menyadarkan kepada pembaca dan penikmat karya-karyanya!
Pagi ini aku mau membaca puisi Sapardi Djoko Damono. Dengan karyanya aku melihat sejumput kenangan akan masa silam. Indah tak terlukis dengan kata. Hujan bulan Juni, selalu membuatku jadi manusia perekam semua kejadian dan peristiwa.
Pagi ini aku mau membaca karya cerpen Anton Chekhov. Mungkin Burung Camar atau juga Kebun Ceri. Ia selalu mengajarkan kenapa kamu gusar untuk tampak bodoh, bukankah itu orisinal. Ceritanya digali dari kedalaman yang tak pernah disentuh oleh penulis manapun. Karena semua terhenyak oleh yang tampak di permukaan saja. Itulah hebatnya kisah seorang manusia. Benarlah kalau dirinya jadi pemahat yang mashur di sebuah negara yang kini dipimpin oleh Opa Putin itu! Rusia.
Pagi ini aku mau duduk diam saja. Lalu tenggelam dalam kenikmatan membayangkan sebuah kisah. Tatkala para orang yang telah berumur memanggil kembali cerita-cerita lamanya. Ia bercerita dengan sebayanya. Dan aku senang mencuri dengar kisahnya.
Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Dan setiap hari, selalu ada drama, selalu ada peristiwa, selalu ada pesan. Bagi kita semua. Sayang itu semua hanya sekadar cerita usang yang tak sempat kita tengok ulang.
Lalu kita ceritakan kembali.
Dan akhirnya aku hanya mau menulis saja. Sebuah makna-makna yang tak pernah habis hadir di dalam benak, terlintas dipikiran. Saat melihat kehidupan yang tengah berlangsung pada hari ini. Pada pagi ini!
Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Begitu saja...
AAS, 23 Januari 2023
Rungkut Surabaya
Editor : Redaksi