Catatan Mas AAS

Seven Stories

Reporter : -
Seven Stories
SEVEN STORIES

Malam di Rest Area Waru. Parkir, duduk manis sejenak.

Sambil rehat lalu menikmati letupan pikiran yang ada! Tak lupa seruput kopinya.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Dari kampus bekerja. Sekarang pulang menuju ke rumah. Tadi bertemu mahasiswa dan juga kolega.

Cerita satu lanjut cerita dua, membuat inspirasi untuk dipahat. Soal apa? Soal menjadi mahasiswa harus melakukan apa? Dan pendidik juga pengelolanya melakukan apa?

Tulisan dibatasi saja perihal mahasiswa. Kenapa? Karena penulis malam ini statusnya juga sama sebagai mahasiswa.

Mahasiswa semester tua itu memanglah berbeda. Ia punya banyak tujuan, dan banyak maunya. Melakukan ini juga melakukan itu. Tibalah tadi pada sebuah pertanyaan: kira-kira saya itu tepatnya kerja di bidang apa ya pak? Mau fokus dimana enaknya?

Pertanyaan itu tak mudah dijawab. Bisa saja spontan dijawab namun tidak membuat yang bertanya berpikir! Itu pendapatku.

Lalu terpikir dengan konsep *SEVEN STORIES* yang direkom oleh Harvard Business School. Konsep apa itu?

Secara singkat konsep ini mengajak setiap dari kita, benar-benar bisa memilah dan memilih dari _different accomplisment_ yang mampu kita sebutkan. Dari sebuah kegiatan dan juga pekerjaan yang dengan senang hati dilakukan.

Mahasiswa itu spontan mengambil kertas. Lalu ia menulis sekitar 25 kegiatan yang biasa ia kerjakan. Ternyata tidak mudah juga ia menulis nya. Ada menulis, main game, main bola, main basket, memasak, mancing, nonton drama Korea, berenang, belajar, bermain dengan teman, tukang, jualan, berbicara, ketemu orang, olahraga, membaca puisi, main drama, apa lagi ya pak? Tanya mahasiswa itu kepada ku.

"Coba kamu hitung apakah sudah ada 25 kegiatan yang senang kamu lakukan?"

"Baik pak Andi!" Dan mahasiswa itu mulai menghitungnya. Dan hanya sanggup ia menulis sejumlah 17 pilihan saja. Aku minta ia menulis lagi, tak mampu. Dan waktu terus berjalan.

"Baik dari 17 kegiatan yang kamu suka itu, pilihlah 7 kegiatan yang paling kamu sukai, dan kamu dengan rela mengerjakannya meski tidak ada bayarannya!"

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

"Baik pak Andi!" Ia pun mulai berpikir, karena hampir semuanya ia sukai. Tapi karena perintahnya di suruh memilih 7, terpaksa ia harus memilih!

Dipilihlah: Membaca, menulis, berbicara, bertemu orang, memasak, nonton drama Korea, lalu membaca puisi! "Itu pak Andi, sudah saya pilih 7. Terus bagaimana?"

Sekarang kamu lanjutkan. Coba kamu buat alasan satu persatu dari 7 kegiatan itu kenapa dengan senang hati kamu kerjakan dan lakukan.

"Baik pak Andi. Terus apa lagi pak?"

"Ya bisa jadi hidup dan karirmu ke depan tidak bakalan lepas dari kegiatan-kegiatan yang kamu sukai itu!" Tinggal mulai malam ini, coba kamu cari profesi, atau perusahaan yang sekiranya bisa menampung 7 kegiatan yang kamu sukai itu, dan mau membayarnya. Jadi kamu bersenang-senang melakukan pekerjaan namun dibayar hehehe."

"Gitu ya pak Andi?" Kurang lebih nya begitu.

Dan coba kamu cari artikel yang bahas soal _seven stories_ itu agar kamu lebih mengerti dan memahami konsep itu. Dan apa benar konsep itu akan mampu membantu pilihan karir bahkan pilihan jurusan kuliah mu sekarang. Memang sudah tepat untukmu.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

"Baik pak Andi, terima kasih ya sharing ilmunya!"

"Sama-sama."

Si mahasiswa itu sepertinya mulai penasaran. Dan _curriosity_ itu penting baginya.

Ya udah kamu cari artikel itu. Dan aku pulang ke Surabaya dahulu. Aku tutup obrolanku dengan seorang mahasiswa malam tadi.

Begitulah ceritaku malam ini kawan!


AAS, 6 Februari 2023
Rest Area Waru Sidoarjo

Editor : Redaksi