Catatan Mas AAS

The Power Of Photo

Reporter : -
The Power Of Photo
Mas AAS

 

Sebuah photo memiliki banyak arti. Bisa berfoto bersama dengan Prof. Ananda Sabil. Adalah sebuah anugerah dan keberkahan tersendiri bagi saya pribadi.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Bertemu beliau secara tidak terduga di Selasar Pascasarjana FE UB Malang tadi siang. Saat penulis sedang berada di kampus UB tadi.

Saya sudah berjalan lebih dahulu di depan, ada suara memanggil. Mas Agus, atau Pak Agus. Begitu samar terdengar suara panggilan itu di kedua telinga. Lalu saya menoleh ke belakang.

Subhanallah yang memanggil ternyata Prof. Anada, sosok guru dan dosen saya di kelas kuliah S3. Spontan apa yang sedang saya bawa, saya taruh saja di tanah: rokok garpit, teh botol, dan korek api!

Dan sedikit berlari saya menuju ke arah Prof. Ananda. Untuk _mangayubagyo_ kebahagiaan yang saya alami. Sebagai murid sebuah kemegahan di sapa oleh Guru. Tak berpikir panjang, sayapun mencium kedua tangan beliau sebagai rasa *takdim* murid kepada seorang Guru juga dosen.

Bertahun-tahun saya mengenal beliau. Hanya kenal di dalam kelas kuliah saja. Kebetulan saat semester satu dan semester dua, posisi saya sebagai ketua kelas A. Sudah menjadi tugas rutin, pekerjaan ketua kelas adalah kabarkan ke Profesor, bahwa kelas sudah siap, dan mahasiswa sudah siap juga untuk belajar di kelas! Saat itu juga memberi kabar kepada Prof Ananda.

Jauh di lubuk hati. Saya begitu mengapresiasi dan hormat kepada Prof Ananda. Banyak ilmu dan banyak pengetahuan saya peroleh dari beliau. Sehingga saya berani *memprovokasi* mahasiswa lainnya yang mau kuliah S3, kuliah saja di FE UB dan PDIM (Program Doktor Ilmu Manajemen) karena dosennya salah satu nya adalah Prof. Ananda Sabil!

Saya tak perlu _ngecap_ lewat tulisan ini. Saya kira dididik di kelas Doktoral oleh Prof Ananda Sabil. Tidak rugi kita kuliah S3 dengan bayaran SPP yang mahal. Kata orang Jawa _sumbut_ dan _sembodo_ ilmu pengetahuan yang akan kita peroleh.

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Itu bukan *promosi*. Atau saya di suruh oleh Pascasarjana FE UB untuk promosikan itu. Sama sekali tidak. Ini sebuah _evidence_ saja, bahwa sesuatu yang *berkualitas* tidak usah khawatir akan penghargaan dan pengakuan dan ujungnya diakui.

Sebagai salah satu mahasiswa beliau. Yaitu Prof Ananda Sabil. Saya mengakui kapasitas dan kompetensi beliau sebagai pengajar di program doktoral, utamanya di kelas dan di prodi saya: MSDM/PDIM.

Sejujurnya sudah begitu lama saya punya *mimpi* dan harapan ingin berphoto bareng dengan beliau. Tapi saya sadar diri, saya siapa. Hanya mahasiswa biasa-biasa saja. Ada handicap cukup besar untuk sekadar minta photo dengan beliau.

Sepertinya doa saya yang lampau dikabulkan Tuhan, tadi siang. Dengan cara yang tak terduga dan disengaja.
Saya memberanikan diri untuk minta photo berdua kepada beliau. Dan juga minta ijin pula, bahwa photo itu sebagai _chapture_ tulisan saya tentang beliau. Ketika bertemu beliau secara tidak sengaja di depan gedung F, Gedung Pascasarjana FE UB.

Karena saya tidak bakalan bisa menulis panjang tentang sesuatu atau tentang orang. Bila tidak dibantu ada peristiwa nyatanya dan ada dokumen photonya. Kejadian langsung apalagi saya terlibat di dalamnya juga ada photo, adalah sangat membantu saya dalam memahat narasi yang akan saya buat. Juga untuk perihal tentang tulisan ini. Tulisan tentang saya bisa bertemu Prof. Ananda dan lalu photo bareng. Begitu!

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Dan akhirnya kami berdua pun berphoto bersama. Ada kelegaan, ada kebahagiaan, dan juga ada rasa hormat yang memenuhi ruang jiwa dan hati ini siang tadi, bisa photo bareng dengan beliau. Semoga Alam mengabulkan doaku juga, suatu saat penulis bisa meraih sesuatu seperti yang sudah diraih oleh Prof Ananda Sabil, sekarang, dan amin!

Akhirnya. Prof Ananda Sabil, terima kasih njih sudah berkenan berphoto bersama tadi siang di kampus.

Kiranya Prof Ananda Sabil. Selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan. Serta berkah juga berkat yang berlipat. Dan Allah SWT selalu meridhoi Prof Ananda Sabil Sekeluarga, amin yra.


AAS, 27 Februari 2023
Alun-alun Bangil Pasuruan

Editor : Redaksi