Catatan MAS AAS
Sajikan Tulisan terbaik Bagi Pembaca
Cara menyajikan tulisan terbaik bagi pembaca bagaimana?
Penulis akan mencoba melakukan itu.
Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Alih-alih Anda menemukan definisi, teknik, bagaimana membuat tulisan yang baik. Itu rada berbau teori, silakan pembaca search saja di mesin pencarian.
Justeru penulis hanya akan menyampaikan sebuah cerita yang utuh, naratif saja. Sebenarnya akan lebih bagus saya bertemu darat langsung dengan Anda. Namun justeru saya ganti medianya dengan sebuah tulisan.
Semoga pesan dalam judul di tulisan. Mampu ditangkap dengan baik oleh pembaca. Dan semoga berkenan.
Lanjut bang!
Pagi ini saya mampir di Warkop langganan di dekat Pasar Pahing Rungkut Surabaya. Semalam habis ada acara di Trawas jadi pembicara seminar pada acara LKMM (Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa) yang diadakan oleh kampus ITB Yadika Pasuruan.
Lalu tidur di kamar hotel yang sudah disiapkan panitia sesuai bertugas jadi pemateri. Subuh tadi meluncur pulang ke Surabaya. Dan sekarang kembali menjadi rakyat jelata siap-siap pergi ke pasar kulakan bumbu: brambang, bawang, Lombok, juga terasi! Karena ada pesanan nasi goreng Mbah Joyo, siang nanti!
Tak ada lagi tepuk tangan, tak ada lagi pengakuan, dan tak ada lagi amplop yang isinya piti. Karena pitinya sudah langsung dibawa buat ke pasar pagi tadi!
Apa sudah baik dalam menyajikan bukaan awal buat tulisan saya pada pagi ini. Silakan dinilai sendiri oleh pembaca dengan hati-hati dan jangan lupa pakai hati juga pikiran tentunya, alamak!
Lalu isinya bagaimana dan terus penutup nya, sudah bagus belum. Bukan tugas penulis menilai.
Soal dinilai baik, sedang, bahkan buruk saya terima saja. Berani menulis berani menerima resikonya: di-like, diberi komentar, terpikat tulisan dishare ulang oleh pembaca.
"Terus intinya mas AAS mau menulis perihal apa pada pagi ini?" Sebentar saya pikir-pikir sejenak sambil saya seruput secangkir kopinya!
Coba Anda kembali lihat judul tulisan di atas, benar judulnya: sajikan tulisan terbaik bagi pembaca.
Adapun yang ingin saya sampaikan berkenaan dengan isi tulisan pada pagi ini adalah soal: saya berbicara materi apa pada acara semalam di Hotel Star News Trawas, lalu respon audiens bagaimana dan juga para pembesar dari Yayasan Yadika, yang malam-malam dibelain datang ke acara!
Entah para petinggi Kampus dan Yayasan Yadika itu datang mau melihat tampilan dan tongkrongan pembicara plus menyimak materinya, atau bentuk dukungan ke panitia, atas terselenggaranya acara semalam!
Saya tidak tahu pasti, namun kedua tujuan di atas bisa terjadi. Lihat pemateri dan mendukung panitia.
Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Mari kita fokus satu demi satu. Tulisan yang apik katanya kudu runtut dalam menyampaikan maksud yang hendak ditulis.
Maksud pertama perihal materi yang saya bawakan sebagai pembicara.
Materi yang menjadi core kompetensi saya adalah perihal: kewirausahaan! Pokok bahasan yang dibicarakan seputar: posisi kewirausahaan di Indonesia, apa itu wirausaha dan kewirausahaan, kurikulum baku menjadi seorang pengusaha, mindset seorang entrepreneur, contoh kongkrit lapak usaha yang dieksekusi pembicara sebagai contoh nyata untuk ditiru audiens, dan kapan sebaiknya action menjadi wirausahawan itu? Jawabnya sekarang juga, titik!
Tentu diulas satu demi satu, Anda akan protes bahkan tulisan spontan akan Anda skip saat mampir di akun media sosial Ada dengan alasan kedawan tulisane gak jelas isinya!
Mari saya ceritakan bagaimana respon audiens alias para mahasiswa pengurus BEM Kampus ITB Yadika Pasuruan. Bukan mister AAS kalau tidak bisa membawa peserta jadi bersemangat dan antusias menyimak materi yang dibawakan pembicara.
Benar, audien jadi heboh, semua paham dan mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk praktik jadi pengusaha.
Selain itu karena saya berposisi sebagai pembicara terakhir, bagaimana peserta itu menjadi semangat kembali ikut materi adalah poin utama dan terbesar, saya sebagai pembicara kudu berpikir bagaimana caranya!
Di sini jam terbang terbukti nyata. Sebagai pembicara berhadapan dengan banyak audien dengan latar berbagai macam, dalam bilangan puluhan hingga ratusan jam, sudah pernah saya lakukan.
Sehingga dapat membuat peserta pelatihan semalam mampu jingkrak-jingkrak di dalam auditorium Hotel, ngapain? Kami semua benar-benar melakukan metime bagi diri masing-masing bernyanyi hip hop: jedat, jedut, jedat, jedut!
Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Itu dilakukan sekira 5-10 menit. Lalu masuklah ke materi utama. Dan peserta siap untuk belajar kembali. Dan wajah para audiens masih senyam-senyum sendiri dengan kelakuan mereka sebelumnya. Mereka bahkan tak percaya, "kenapa tadi saya begitu gila, spontan, bergoyang bersama ya. Senang tentu saja yang jelas mereka siap dengan badan yang segar dan pikiran yang tenang menyimak materi pembicaraan dar pak AAS.
Tentu feedback atas pemateri dan konten yang disampaikan milik dari panitia. Usai acara, mereka semua baik peserta dan panitia, merasa dapat ilmu banyak dan nyata tidak sekadar teori soal materi wirausahawan atau entrepreneur yang dipaparkan pemateri. Dan termotivasi untuk segera mengeksekusi!
Sejak awal saya sudah percaya diri tinggi. Materi ini bisa saya bawakan dengan sukses karena materi ini adalah core kompetensi saya. Dan berbicara di depan orang banyak, entah menjadi seorang orator demo saat itu, pembicara pelatihan, workshop, hal tersebut sudah saya lakukan dalam waktu yang lama, sejak SMP dan SMA barangkali sejak dipercaya menjadi komandan OSIS saat itu. Berlanjut menjadi mahasiswa di UB saat itu.
Setelah melaksanakan peran menjadi pembicara kelar, tak berapa lama para pemimpin dan pembesar kampus ITB Yadika dan Yayasan hadir di lokasi acara! Bagi saya ini keren.
Kehadiran para petinggi dan pejabat kampus serta Yayasan Yadika membawa pesan yang jelas: bahwa petinggi kampus dan yayasan sangat mendukung penuh acara-acara yang seperti ini. Dan layak dijadikan sebuah tradisi yang berkelanjutan! Kehadiran mereka membuat panitia semangat dan peserta pelatihan tambah antusias mengikuti kegiatan.
Sepertinya sudah terlalu panjang tulisan ini. Ya, wajar saja, mohon dimaafkan. Karena tuntunan kepada diri sendiri untuk menyuguhkan sebuah tulisan yang baik kepada Anda, pembaca budiman tulisan mister AAS. Resiko tulisan menjadi panjang bisa terjadi.
Karena berburu bumbu yang saya butuhkan sudah didapat dan tentunya metime juga sudah dilakukan. Pekerjaan saya selanjutnya adalah segera menumbuk dan menggongso bumbunya! Dan segera menggoreng nasi goreng Mbah Joyo, dan di bungkus satu demi satu diantarkan ke langganan setia siang nanti!
Demikian dan selamat pagi semuanya. Kiranya tulisan ini mampu dibaca dengan mudah oleh Anda. Baik isi dan cara menyampaikannya, begitu.
AAS, 12 Maret 2023
Pasar Pahing Rungkut Surabaya
Editor : Nasirudin