Catatan Mas AAS

Tidak Saja Menulis Yang Perlu Dilatih, Bercanda, Berfikir Juga Perlu Latihan!

Reporter : -
Tidak Saja Menulis Yang Perlu Dilatih, Bercanda, Berfikir Juga Perlu Latihan!
catatan Mas AAS

Tidak sekadar candaan saja artinya. Di dalamnya ada harapan tersembunyi untuk dikabulkan! Itu maksud guyon maton parikeno sebuah istilah Jawa, sebuah candaan yang begitu agung artinya. Dan anak millenial mungkin telah lupa maknanya!

Kata adalah doa. Demikian juga dalam soal bercanda. Bagi manusia yang sadar ia tak akan bercanda perihal sesuatu yang tak baik, karena acap kali kejadian. Hanya soal waktu saja.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

"Aku ingin lulus semester ini, manalah bisa.", "Tentu bisalah, sebut bulan dan tanggalnya dengan tepat," ujar seorang kawan saat sore tadi berjumpa, dan kita berbincang perihal: bercanda, dan kekuatan sebuah pikiran!

Seorang kawan telah mendidik keras ke dalam diri nya sendiri. "Di dunia ini hanya ada dua kejadian saja mas AAS. Satu kebaikan dan keduanya keajaiban."

Terus, "Apakah hal buruk, sial, kegagalan, dan kehilangan, bukankah sesuatu yang buruk? Kataku pada kawan tersebut!"

"Aku sudah melatih berdisiplin untuk dan hanya memikirkan dua kejadian itu saja di kehidupan yang saya alami, selama hampir satu tahun ini, mas AAS," tegasnya.

"Hasilnya bagaimana? Tanyaku!"

"Seperti yang aku harapkan mas AAS, hanya kedua kejadian itu yang terus menghampiri dalam hidupku dalam satu tahun ini." Baik dalam kehidupan pribadi juga dalam kehidupan dalam rumah tanggaku!

Jadi melatih pikiran ini juga merupakan sebuah keterampilan yang hendaknya dilatih terus menerus setiap harinya. Sama dengan saat mas AAS saat melatih membuat tulisan setiap hari terus menerus tanpa jeda sekalipun!

"Apa yang terjadi, saat mas AAS melatih membuat tulisan setiap hari terus menerus dalam waktu yang sedemikian lama, bahkan berbilang tahunan?" Mas AAS gampang kan untuk memahat aksaranya?

"Iya sih."

"Nah begitu juga dengan pikiran, dilatih juga dengan disiplin yang tinggi dan penuh kesadaran, untuk dan hanya berpikir dua hal di atas: kebaikan dan keajaiban. Untuk setiap persoalan yang mampir dalam hidup kita, atau untuk sekadar harapan yang belum terjadi, dan pasti kejadian, entah hal baik juga hal ajaib. Akan terjadi dan dialami!"

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Obrolan pertama di hari pertama pada bulan Romadhon yang cukup bermanfaat juga berasa daging semua yang kami berdua tadi bicarakan! Sebuah guyon maton parikeno yang benar-benar maton bukan asal waton saja!

Humor-humor segar bersifat satire acap kali didengar penulis saat dahulu kerap dalam masa remaja biasa kumpul dengan para pinisepuh melakukan gladi olah roso dan menimba KAWRUH saat itu.

Ada sebuah pesan yang selalu terngiang dalam telinga penulis. "Ojo ngomong sing elek-elek mengko ono Wali lewat bakalan katemah dadi kasunyatan omongan elek mau."

Sebuah kearifan lokal, yang menemukan konfirmasi dan keotentikan nya saat disampaikan ulang. Oleh seorang kawan lama yang menemui ku di markas besar di Taman Bungkul Surabaya.

Ternyata yang perlu dilatih dengan Istiqomah tidak hanya latihan menulis saja. Latihan membuat candaan juga seharusnya dilatih secara disiplin.

Juga latihan berpikir. Hidup seperti apakah yang Anda semua impikan dan inginkan, bermula dari sebuah pikiran yang dilatih terus menerus.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Karena tabiat dari semesta itu juga hanya ada dua saja: indah dan bahagia. Begitu kawan lama tadi berfatwa.

Sudah seharusnya manusia sebagai bagian dari penghuni di semesta ini. Mendidik diri dan pikirannya agar selalu bahagia saja, agar hal yang baik dan ajaib, terjadi dan menjadi senang mampir di kehidupan kita masing-masing. Alhamdulilah.

Sebuah guyon maton parikeno yang asyik dan menarik, sore tadi!

Demikian.


AAS, 23 Maret 2023
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin