Catatan MAS AAS
Berusaha Menikmati Proses Menulis
Apa yang terjadi apabila saya menggunakan aplikasi AI ChatGPT untuk menulis. Mungkin seperti menggunakan kalkulator saat sekolah di SMA menyelesaikan soal aritmatika.
Ora ono rasane. Sepo!
Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Yang penting tugas selesai.
Saya beri perintah yang paling tepat untuk dijawab dengan baik oleh si AI ini. "Tolong saya dibuatkan paragraf pembuka yang baik, untuk topik tulisan perihal: "titik balik" di dalam hidup manusia.
Dan beberapa paragraf yang menarik untuk dipakai diawal tulisan jadi. Siap disalin lalu ditempel pada tulisan yang mau dibuat.
Namun, kenapa jadi sepo , itu soal yang lainnya! Tentu saja setiap penulis benar-benar akan memilih huruf-huruf untuk tulisan nya. Karena disitulah proses menikmati menulis.
Nah, pekerjaan memilah dan memilih kata seturut stok pengetahuan dan kosakata yang dimiliki penulis untuk mengungkapkan pikiran-pikiran lewat sebuah tulisan.
Adalah proses menikmati menulis dalam diri seorang penulis.
Ia tak bisa digantikan oleh apapun meski itu sebuah aplikasi ChatGPT.
Yang benar-benar membantu, meski untuk sekarang levelnya masih sok tahu. Tapi saya yakin tidak menunggu waktu lama, tentu si pengembang akan membuat aplikasi ini menjadi maha tahu.
Apa yang ditanyakan oleh client secepat kilat akan akan dijawab dan sempurna jawabannya tak perlu diedit lagi.
Benar-benar gila. Bisa jadi peribahasa tentang practice make perfect hanya sekadar slogan di masa depan. Seiring aplikasi ChatGPT semakin sempurna dibuat oleh perusahaan pengembang! Dan dipergunakan untuk menulis, entahlah.
Kegiatan menulis adalah mengumpulkan ekstrak pengetahuan dari sebuah topik tulisan yang akan dibuat oleh seorang penulis.
Ia panggil kosakata, konsep, dan teori yang mampu memperkuat argumen dari sebuah topik tulisan yang dibuat. Untuk membuat padat tulisan ia gunakan ekstraksi pengetahuan dan informasi dari bidang ilmu lain, bisa juga pendapat tokoh yang berbeda, yang ia benamkan di dalam tulisannya.
Dari situ penulis terus menciptakan tulisan-tulisan barunya.
Tidak berhenti disitu, penulis melibatkan seluruh jiwa serta pikirannya. Diawali dengan perenungan yang mendalam.
Penulis menulis dari hatinya berharap hatinya pembaca pula yang menerimanya!
Dan saya kira itu tak bisa dilakukan oleh sebuah mesin.
Saya cukupkan dahulu membicarakan mesin AI ChatGPT. Kini pembaca saya ajak membahas sedikit lagi, perihal menikmati proses menulis.
Yaitu proses menulis "titik balik" seorang manusia di dalam hidupnya! Tentu apabila Anda mengingat kembali peristiwa hidup yang pernah dijalani.
Pasti ada satu dua peristiwa kejadian yang mampir di dalam kehidupan Anda. Yang membuat Anda berubah. Berubah menjadi lebih baik, berani bangkit memperjuangkan hidup Anda yang sebelumnya tak berdaya.
Dan lalu Anda menjadi manusia seperti yang sekarang ini! Hidup bahagia seturut harapan Anda dahulu.
Pasal apa yang membuat Anda mampu bangkit.
Bangun lalu berdiri gagah, melangkah, untuk memperbaiki hidup Anda bahkan keluarga besar Anda yang terpuruk, jangankan dilihat, dilirik saja tidak. Oleh orang lain dan saudara-saudara, bahkan sahabat dan kolega Anda! Itulah fakta hidup Anda di masa lalu.
Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Cerita tiap etape dimana Anda berjuang, untuk mengusir kebodohan, kemelaratan, dan tidak mendapatkan harga berupa perhatian, pengakuan.
Itu adalah cerita alamiah yang apabila diangkat ke permukaan akan menjadi narasi yang tentunya menginspirasi para pembacanya.
Peristiwa: diremehkan, tidak mendapatkan perhatian, bahkan secara esktrim dibuang dari peta orang-orang yang bakalan bisa sukses didalam hidup, sekali lagi itu data juga fakta.
Ada banyak di luaran sana, para pembaca yang mengalaminya. Lalu apa yang Anda bisa lakukan, kerjakan, untuk atasi itu semua.
Mengembalikan marwah dan jati diri Anda sebagai manusia yang sempurna, diciptakan untuk bisa melahirkan dan membuat sesuatu yang besar!
Sedih, kecewa, bahkan dengan tegas Anda menyalahkan kepada Sang Sutradara kehidupan.
Setidaknya diawal-awal peristiwa jatuh itu terjadi. Anda sempat sedikit berbuat yang demikian.
Sebelum Anda sadar, dan bangkit, untuk melawan serta berjuang. Lalu Anda menjadi pemenang didalam perlombaan di dalam hidup dan kehidupan itu!
Sekali lagi, lika liku sebagai seorang lelaki yang memiliki jiwa kstaria tak mungkin dengan apik juga bajik bila diceritakan oleh ChatGPT.
Semua peristiwa itu harus disampaikan oleh hati lalu ditulis oleh jari jemari Anda.
Ketika hari ini Anda jadi: RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Bahkan Presiden sekalipun. Ingat dahulu Anda adalah manusia terbuang, dianggap saja tidak! Bahkan untuk posisi Anda sekarang sebagai: Dosen, Kadep, Dekan, Rektor, dan lain sebagainya. Ingat dahulu Anda sebagai manusia tak punya dampak meski itu di dalam keluarga Anda sendiri!
Sehingga Anda mengadu kepada Tuhan. Minta perlindungan, minta ampun, dan minta ditinggikan derajatnya, lalu perubahan hidup itu terjadi pada Anda.
Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Doa Anda dikabulkan. Anda pelan tapi pasti mendapatkan semua yang Anda inginkan: harta, tahta, juga wanita!
Hidup dan kehidupan Anda menjadi berubah. Orang banyak berduyun-duyun mendatangi Anda, mengunjungi rumah Anda. Menyanjung dan minta petunjuk kepada Anda.
Omongan Anda banyak didengar. Bahkan ekstrim nya kentut Anda juga jadi informasi yang patut dan layak didengar, kata orang-orang yang mengunjungi, menemui Anda.
Setidaknya berusaha akrab dan mendekat kepada Anda, karena posisi mereka bakalan aman kalau berdekatan dengan Anda, itu keyakinan mereka, itu usaha mereka.
Sedangkan sesuatu yang yang hakekat nya benar-benar besar di dalam serta di luar dirinya tak pernah kuat-kuat manusia itu memegangnya!
Agar mereka tidak kembali menjumpai titik balik di dalam hidupnya. Karena benar-benar tidak enak.
Sehingga mereka memilih untuk menjadi bolo dupakan Anda. Karena posisi Anda sedang kuat, dan di atas angin. Dan jangan harap semuanya itu gratis!
No free lunch di dalam hidup ini!
Sepertinya menikmati proses menulis titik balik kehidupan manusia. Saya cukupkan sekian saja.
Karena penulis harus kembali fokus bekerja untuk melanjutkan kehidupan yang sudah dipilih. Agar juga tidak kembali ke titik nol kembali di dalam kehidupan ini. Mengalami titik balik di dalam peristiwa hidup di masa lalu.
AAS, 25 Maret 2023
Warkop Giras Tembol 57 Surabaya
Editor : Nasirudin