Catatan Mas AAS

Semua Senang Bicara Politik

Reporter : -
Semua Senang Bicara Politik
Mas AAS


Atmosfir kehidupan anak bangsa di negeri ini. Baik di ruang formal juga informal sedang bergemuruh.

Bergemuruh membahas peristiwa yang datang silih berganti. Di panggung negeri.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Mengharu biru obrolannya!

Mau menyebut peristiwa apa saja yang kerap dibincangkan. Begitu berderet kejadiannya, layaknya melihat sebuah parade saja.

Mulai dari kasus Sambo, David, Sisca, rekening gendut di sebuah institusi negara, hingga kabar terbaru kegagalan negeri ini menjadi tuan rumah piala dunia sepakbola U20!

Menjadi peristiwa seksi sekali!

Tahun politik. Setiap langkah, gerak, juga peristiwa, bisa dimaknai secara eksponensial.

Oleh siapapun. Apalagi yang hidupnya memang jelas pada aras politik. Dunia politik!

Politik, adalah sebuah seni. Politik adalah sebuah persepsi. Dan politik juga sebuah cara yang dilakukan oleh setiap warga untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Itu yang dahulu disampaikan dalam teori klasiknya seorang Aristoteles.

Tak bisa ditolak juga saat penulis menghadiri acara buka bersama, di kantor Graha KAHMI JATIM. Obrolan yang menyeruak di permukaan juga tidak terlepas dari hal-hal politik.

Yang menjadi bahasan dalam guyon maton parikeno di ruang tamu, emper, dan tempat informal kantor Graha KAHMI. Bagi anggota yang hadir pada malam ini!

Materi dalam pengajian yang disampaikan oleh Kanda Rubai, sementara kurang viral dalam lanjutan perbincangannya. Materinya berlanjut menjadi obrolan dalam ruang batin masing-masing pengurus yang hadir.

Karena yang hadir pada acara malam ini, umurnya masih relatif muda, ingin hidup seribu tahun lagi.

Dan cara untuk menghidupkan hidup itu sendiri harus selalu berpijak pada Urip Iku Urup selaras dengan bukunya penulis yang tengah viral, bukan promosi lho ya!

Fenomena malam ini, saya kira juga terjadi di hampir ormas dan organisasi kemahasiswaan yang ada di negeri ini. Semua idiom serta frasa politik, tengah menjadi mata kuliah dasar umum yang wajib diambil, didiskusikan!

Dan penulis hanya mampu menduganya saja. Apa salah? Tidaklah. Bukan kah kehidupan di dunia ini adalah implementasi dari ilmu politik itu sendiri.

Hanya sekadar berharap saja. Kepada setiap anak bangsa, tidak sekadar berpolitik praktis, namun mampu menjadi seorang negarawan. Sejak di dalam pikirannya!

Memang manusia lebih menyukai logika, karena dengan logika lah, bisa digunakan membahas sesuatu yang nyata-nyata saja, contohnya saja, banyak peristiwa viral di atas!

Soal batin, yang saat pengajian tadi disampaikan lalu merasakan hidup hatinya.

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Usai pengajian redup lagi, karena kekenyangan makan saat berbuka, upps!

Namun, ada secercah harapan, yang dirasakan oleh penulis. Saat hadir di acara buka puasa bersama pada malam ini.

Selain tentu saja berbuka bersama, kumpul bersama dengan para pengurus KAHMI JATIM.

Guyub-nya sebuah organisasi pun terjadi. Di Organisasi para alumni HMI ini!

Penulis begitu bahagia malam ini bisa hadir pada acara buka puasa di Graha KAHMI Jatim. Adalah hadirnya anak-anak HMI dari Komisariat UPN Surabaya. Selain para pengurus KAHMI JATIM tentu nya!

Menjadi kader HMI fardu ain harus mau melakukan silaturahmi kepada segenap entitas yang ada di organisasi, baik di HMI sendiri juga KAHMI. Dari situlah para kader HMI itu akan mendapat banyak ilmu, dan belajar merawat serta menjalani sebuah proses menjadi seorang kader di HMI!

Tulisan ini harus segera diakhiri, karena adzan Isyak sudah berkumandang di Graha KAHMI JATIM. Tanda solat Isyak mau didirikan dilanjutkan tarawih bersama!

Alhamdulilah solat tarawih nya pakai aliran Muhammadiyah bukan aliran NU. Hanya 8 rakaat saja dilanjut solat witir!

Jadi penulis segera bisa tuntaskan tulisan ini.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Menjadi sejarah bagi penulis. Bisa bincang-bincang pokok bahasan politik dengan pengurus di acara ramah tamah, berbuka bersama, lalu bisa solat tarawih bebarengan pengurus.

Ini adalah legacy hidup, ini adalah momen beraktifitas di sebuah organisasi, yang tentu saja indah dan layak disyukuri!

Terima kasih teruntuk Korpres plus segenap pengurus KAHMI JATIM dan tentu yang utama adalah kepada: mbak Mimin, mbak Jani, mbak Ratna. Suguhan menu buka puasanya pada malam ini jan maknyus beneran.

Menu berbuka: nasi, sayur asam, daging, sate, dadar jagung, kerupuk, serta es blewah, es jambu, dan tak lupa kopi meski berbagi karo kang Totok.

Membuat ingin datang lagi untuk berbuka puasa di sini!

Kejadian malam ini, mungkin sebuah analog seorang negarawan berpolitik! Politikus itu seyogyanya melayani, bukan dilayani. Dan tujuan terbesar nya adalah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, seperti makmurnya para pengurus KAHMI pada malam ini.

Kiranya itu bukan pikiran absurd dan utopia belaka.

Always Keep spirit!


AAS, 30 Maret 2023
Emper Kantor Graha KAHMI JATIM

Editor : Nasirudin