Disaksikan Pendamping Desa, Abdul Halim Iskandar Dikukuhkan Sebagai Profesor Unesa

Reporter : -
Disaksikan Pendamping Desa, Abdul Halim Iskandar Dikukuhkan Sebagai Profesor Unesa
Prof (HC) Dr. (H.C) Abdul Halim Iskandar MPd

Surabaya, JatimUPdate.id,- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menambah profesor baru. Senat Akademik Unesa mengukuhkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. (H.C) Abdul Halim Iskandar MPd. sebagai Profesor Kehormatan dalam bidang Ilmu Sosiolinguistik, Sabtu (16/9/2023).

Dr. (H.C) Abdul Halim Iskandar MPd. menjadi profesor kehormatan pertama yang dimiliki Unesa dari Fakultas Bahasa dan Seni. 

Baca Juga: 183 Kepala Desa Di Bondowoso terima SK Perpanjangan Masa Jabatan 2 Tahun

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. (H.C) Abdul Halim Iskandar MPd. menyampaikan fungsi bahasa sebagai media komunikasi pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa (kajian etnopragmakritis).

Disaksikan tenaga pendamping desa dari penjuru Jawa Timur, Dr. (H.C) Abdul Halim Iskandar MPd. yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan, pembangunan desa perlu diperkenalkan pendekatan baru, yaitu Etnopragmakritis. Pola itu merupakan gabungan dua pendekatan sekaligus, yaitu menganalisa bahasa dengan konteks sosial budaya (etno-pragma) dan pendekatan kritis untuk membongkar relasi kuasa, termasuk analisa strategi wacana yang dominan.

Di bawah kepemimpinan Gus Menteri dibantu seluruh staf Kementrian Desa, PDTT serta sekitar 35.000 orang Pendamping Desa yang merupakan anak kandung Kemendesa, kementriannya telah banyak mengubah wajah desa-desa di Indonesia.

"Dari pandangan desa yang identik dengan terbelakang, terpinggirkan dan termarjinalkan, kini berubah menjadi desa yang maju dan sejahtera dengan merumuskan heterodoxa dengan slogan 'Percaya Desa, Desa Bisa'," kata Abdul Halim Iskandar pada orasi ilmiahnya saat pengukuhan Guru Besar di Unesa.

Idiom 'Percaya Desa, Desa Bisa', kata Gus Menteri, akan membangkitkan kepercayaan diri masyarakat desa pada potensinya, sehingga terjadi transformasi posisi desa dalam sistem pembangunan nasional.

"Desa yang semula sebagai objek, kini kita ubah menjadi subjek. Dari yang terbelakang menjadi yang terdepan, dari terpinggirkan menjadi arus utama. Dengan bahasa pesantren, desa harus percaya diri sebagai fa'il, bukan lagi sebagai maf'ul," tegasnya.

Dana Desa Naik Pesat

Pada 2015, kata Gus Menteri, Dana Desa (DD) baru tersalurkan Rp20,7 triliun dengan serapan 100%, DD 2016 tersalur Rp46,9 triliun yang terserap 99,35%, DD 2017 tersalur Rp60 triliun dengan proaentase serapan mencapai 99,61%.

Baca Juga: Serahkan SK Perpanjangan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Ajak Kepala Desa Wujudkan Desa Mandiri

"DD 2018 tersalurkan Rp60 triliun Dan terserap 99,76%, DD 2019 tersalur Rp70 triliun, terserap 99,73%.
DD tahun 2020 tersalur Rp71,1 triliun, terserap 99,95%. DD 2021 tersalur Rp72 triliun, terserap 99,80%. DD 2022 tersalur Rp68 triliun dan terserap 99,86%, (menurun akibat recofusing pandemi covid-19)," paparnya.

Data yang dihimpun redaksi JatimUPdate.id menunjukkan, DD tersalur pada 2023 sebesar Rp70 triliun atau naik 3,09%. Rencananya alokasi DD 2024 akan naik menjadi Rp80 triliun, dan wacana ini sempat mencuat ke ranah publik, sepekan lalu.

Data terkait progres Indeks Desa Membangun, Desa Mandiri dari 174 desa naik jadi 11.456 Desa (IDM 2023), Desa Maju 3.608 desa naik menjadi 23.035 desa (IDM 2023), Desa Berkembang dari 22.882 desa menjadi 28.766 desa (IDM 2023).

Sedangkan progres Desa Tertinggal 33.592 desa turun jadi 7.154 desa, dan status Desa Sangat Tertinggal turun dari 13.453 desa menjadi 4.850 desa (data Kementrian Desa PDTT pada 2023).

Kemiskinan di Desa Turun

Baca Juga: Kades Bangelan Optimis Kawasan Kebun Kopinya akan jadi Herritage Dunia

Secara lugas, Gus Menteri mengakui, kemiskinan di kawasan perkotaan naik dari 6,69% menjadi 7,5%, meskipun kemiskinan desa turun sebesar 0,32%, Dari 12,85% menjadi 12,29%.

"Berdasarkan data BPS, ketimpangan di kota juga melonjak dari 0,39% menjadi 0,403%, sedangkan ketimpangan desa tetap lebih rendah dan menurun dari 0,32% menjadi 0,314%," ungkap Gus Menteri.

Senat Guru Besar Unesa akhirnya menganugrahkan gelar akademik Guru Besar kepada Abdul Halim Iskandar.

Para pejabat Kemendesa, sejumlah bupati dan rektor perguruan tinggi di Jawa Timur nampak menghadiri pengukuhan tersebut. Selain itu, sejumlah TA Provinsi se Indonesia dan TA PM se Jawa Timur juga nampak hadir pada pengukuhan itu.(Yah

Editor : Redaksi