Pernyataan Sikap Pengadu atas Putusan Perkara Kasus Asusila oleh Ketua KPU RI

Reporter : -
Pernyataan Sikap Pengadu atas Putusan Perkara Kasus Asusila oleh Ketua KPU RI
DKPP RI saat membacakan putusan perkara Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024.

Den Haag, Jatim Update.id - Berkaitan dengan perkara Nomor 90-PKE-DKPP/V/2024 tentang kasus asusila oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Cindra Aditi, anggota PPLN Den Haag 2024,  menyampaikan apresiasi sebesar - besarnya kepada DKPP yang telah menangani dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua KPU dengan mengedepankan prinsip keadilan, kemandirian, imparsialitas, dan transparansi.

Cindra juga menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantunya mengawal perkara ini. Di antaranya LKBH FHUI sebagai kuasa hukum dan pendamping, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Yayasan Kalyanamitra, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Yayasan Pulih, Asosiasi LBH APIK Indonesia, Perludem, dan para anggota Koalisi Masyarakat Peduli Keterwakilan Perempuan (KMPKP).

"Juga kepada rekan-rekan media massa yang telah membantu mengawal kasus ini sejak awal,"ujar Cindra lewat rilisnya yang diterima redaksi pada Rabu (3/7/2024).

Menurut Cindra, proses hingga pengaduan kasus ini bisa  diajukan bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu dan kejernihan pikiran hingga membuatnya sampai pada keyakinan bahwa dirinya adalah korban.

"Butuh kekuatan hati dan kesabaran untuk menengok kembali dan mengaitkan berbagai hal yang saya alami dan menyusunnya sebagai kepingan yang utuh. Pada akhirnya, butuh keberanian untuk menyampaikan pengaduan ke DKPP sebagai lembaga yang bertugas menjaga marwah penyelenggara pemilu. Saya akan menyesal jika saya tidak mengambil langkah apa pun dan terus teringat akan rasa tidak berdaya yang saya alami. Namun, alhamdulillah, berkat dukungan dari berbagai pihak, saya dapat bertahan dan terus memperjuangkan keadilan,"ujarnya.

Terkait dengan putusan DKPP tentang perkara ini, Cindra menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DKPP sebagai lembaga negara yang berperan penting dalam menegakkan keadilan bagi seluruh warga negara di Indonesia, khususnya perempuan.

"Putusan ini mencerminkan komitmen yang kuat dalam melindungi hak-hak korban dan menegakkan integritas dalam proses kepemiluan. Putusan ini merupakan bukti nyata bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, sekalipun pihak tersebut menduduki jabatan tinggi,"katanya.

Cindra berharap, apa yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sipil seperti dirinya yang menjadi korban, terlepas apa pun kasusnya, untuk berani bersuara dan menuntut haknya.

"Saya telah mendapat pendampingan yang luar biasa dari berbagai pihak yang juga ingin menegakkan keadilan di Indonesia. Percayalah bahwa kita tidak akan sendirian. Jika kita yakin dengan apa yang kita lakukan dalam memperjuangkan keadilan, niscaya akan banyak pihak yang mendukung kita,"tutur Cindra.

Cindra juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya didorong oleh keinginan sebagai warga negara yang baik, yang meskipun telah lama tinggal di luar negeri, tetap merasa bahwa Indonesia adalah rumah yang utama dan ingin melihat Indonesia berproses ke arah yang lebih baik.

"Terakhir, saya merasakan pertolongan dari Tuhan yang begitu besar. Saya percaya bahwa tanpa pertolongan dari-Nya, tidak mungkin saya bisa melalui semua ini. Keyakinan bahwa Tuhan selalu bersama orang-orang yang mencari keadilan menjadi penguat di setiap tantangan yang saya hadapi,"pungkasnya (red).

Editor : Redaksi