Ketum MD Kahmi Padang dan MW Jabar Bahas Kader HMI Tangguh di Kesehatan
Padang, JatimUPdate.id - Presidium MD KAHMI Padang, dr. Heksan, menerima kunjungan istimewa dari Presidium MW KAHMI Jawa Barat, dr. Asad, di kediamannya di Padang. Dalam pertemuan ini, dr. Asad menyoroti kondisi dokter saat ini yang menurutnya kurang berdaya dan terjebak dalam sistem kapitalis. Ia mendorong agar kader HMI disiapkan menjadi wirausaha di bidang kesehatan, membuka jalan bagi dokter muslim untuk berkembang secara mandiri.
Sebagai penggagas berdirinya Rumah Sakit Permata Cirebon pada 2007, yang kini telah berkembang menjadi 8 rumah sakit, dr. Asad berbagi pengalaman penting tentang bagaimana membangun dan mengelola klinik dengan semangat kewirausahaan. Ia percaya bahwa belajar menjadi enterpreneur, terutama di bidang kesehatan, butuh latihan terus-menerus, mirip dengan belajar mengemudi mobil.
Baca Juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan
dr. Asad juga mendorong kader HMI, khususnya mereka yang tergabung dalam LKMI, untuk belajar bersama dan melihat peluang bisnis layanan kesehatan yang berkembang. Ia memaparkan program-program besar yang tengah disusunnya, mulai dari klinik hukum, data center KAHMI, hingga gerakan kewirausahaan berskala nasional dan internasional.
Baca Juga: LK II–LKK HMI Bondowoso–Situbondo Ditutup, Proses Kaderisasi dan Kualitas Kader Ditekankan
dr. Heksan menyambut baik visi tersebut. Sebagai pendiri Padang Eye Center, ia mengakui bahwa jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh para kader HMI di fakultas kedokteran. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah soal waktu yang sering menjadi kendala bagi kader untuk terlibat dalam agenda pengabdian.
Baca Juga: Viva Yoga: KAHMI Harus Mendunia dan Memberi Kontribusi Pada Peradaban dan Kemanusiaan
Dengan roadmap yang kuat dan kolaborasi yang visioner, masa depan kesehatan dan kader HMI siap melangkah lebih jauh, baik sebagai akademisi, klinisi, pengusaha, maupun politisi.
Editor : Redaksi