PA GMNI Dorong Gelar Pahlawan Nasional untuk Tiga Tokoh Indonesia

Reporter : -
PA GMNI Dorong Gelar Pahlawan Nasional untuk Tiga Tokoh Indonesia
Abdy Yuhana (Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI)

Jakarta, JatimUPdate.id - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni (DPP PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengajukan usulan kepada pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh bangsa: Ali Sastroamidjoyo, Soegarda Poerbakawatja, dan Sri Soemantri. Ketiga tokoh ini dinilai berjasa dalam pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.

Abdy Yuhana, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, menyatakan bahwa ketiga tokoh tersebut berperan aktif dalam menanamkan nilai ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di berbagai bidang. “Ali, Soegarda, dan Sri Soemantri memiliki warisan besar dalam menjaga persatuan bangsa dan menegakkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri bangsa,” ujar Abdy saat diwawancarai pada Sabtu (9/11).

Menurut Abdy, usulan ini sekaligus memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Hari bersejarah ini, menurut Abdy, harus diiringi dengan penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang mewakili nilai-nilai nasionalisme, sebagaimana yang diperjuangkan Ali Sastroamidjoyo, yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia. Ali, kata Abdy, turut mengangkat nama Indonesia melalui kiprahnya di Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang menjadi tonggak persatuan negara-negara berkembang.

Abdy juga menyoroti peran Soegarda Poerbakawatja sebagai tokoh pendidikan yang berpengaruh. Soegarda adalah penggerak pendirian beberapa universitas besar di Indonesia, seperti Universitas Syiah Kuala dan Universitas Gadjah Mada, yang terus menjadi pusat pendidikan dan pencetak generasi pemimpin bangsa. “Sumbangsihnya di dunia pendidikan tidak ternilai dan sangat layak untuk diberikan penghargaan,” tambahnya.

Tokoh ketiga yang diusulkan adalah Sri Soemantri, pakar hukum tata negara yang aktif dalam mengembangkan konstitusi Indonesia. Sebagai anggota Konstituante, Sri Soemantri memberikan kontribusi penting dalam perumusan dasar hukum negara, yang menjadi landasan bagi tegaknya hukum dan demokrasi di Indonesia.

“Ketiga tokoh ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berperan di masa perjuangan tetapi juga dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan bangsa,” lanjut Abdy. Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan Nasional akan menjadi bukti penghormatan dan pengingat bagi generasi muda untuk terus melestarikan semangat pengabdian kepada bangsa.

Abdy juga menyebut bahwa Hari Pahlawan adalah momentum penting untuk membangkitkan nilai-nilai kebangsaan yang sempat diuji dalam sejarah bangsa. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi salah satu contoh heroisme dan patriotisme yang perlu diwarisi.

Tema Hari Pahlawan tahun ini, "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negrimu," diharapkan mampu menginspirasi masyarakat agar terus menghargai jasa para pahlawan. Abdy menekankan, "Peringatan ini harus menjadi dorongan untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang lebih baik.”

PA GMNI berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan oleh pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas jasa ketiga tokoh tersebut. “Kita semua memiliki kewajiban moral untuk mengenang dan menghormati tokoh-tokoh bangsa yang berjasa, dan salah satunya adalah melalui gelar Pahlawan Nasional,” tutup Abdy (*).

Editor : Redaksi