Baru ingin saja dumadakan barang yang diinginkan datang di depan mata. Pernahkah Anda mengalami demikian? Saya kira bila Anda niteni mengingat-ingat
Catatan Mas AAS
Gusti Allah Ora Sare Percaya Itu!
Pukul 16:00 WIB. Saya harus berangkat ke Bangil Pasuruan. Karena jam 18:30 WIB saya harus bertemu mahasiswa saya. Ngapain? Guyon maton parikeno. Akan saya
Membuat Buku Ajar Adalah Mimpiku Selanjutnya!
Tangi esuk. Langsung tandang gawe ning omah mburi: ngasahi, umbah-umbah lan bacut memeni ning samping omah, bar iku masak, jangan kluweh! Karena Istri sedang
Gambar Gubuk
Melihat gambar Gubug. Wayah sore. Lalu entah kebetulan apa tidak, si penjual warung kopi memutar tembang campursari. Saat aku tengah rehat. Duduk menikmati
Megengan
Saiki Wulan Ruah. Mari ngono bakalan teko Wulan Poso! Sehabis Makaryo. Mengajar di Kampus ITB Yadika Pasuruan. Malam ini diundang menghadiri acara Megengan
Pemulung Huruf
Sebuah idiom baru bagi saya. Membaca diksi pada judul tulisan di atas. Begitu yang disampaikan oleh Dr. Muzakki, Direktur SDGs Center UB semalam. Istilah itu
Hidup Yang Dipertaruhkan
TERIMA KASIH KEPADA ITB YADIKA DAN UB
Pemimpin Yang Kuat
Pemimpin yang kuat itu setengah dilahirkan dan setengahnya diciptakan kata siapa? Kata para mahasiswa ku. Kenapa bisa begitu? Hasil menarik sebuah kesimpulan
Selesai Dengan Diri Sendiri
Coba Anda bayangkan? Membayangkan apa mas AAS. Setiap manusia akan bahagia dan sangat antusias berkunjung ke suatu tempat. Dimana tempat itu memiliki
Guyon Maton Parikeno Wayah Sore
Kesuksesan dalam bisnis dan hidup bukan lomba lari cepat tapi marathon. Sehingga disiplin diri adalah sebuah tools yang kudu sudah diinstal