KGPS Luncurkan Buku Antologi ke-15, Semangat Kartini Hidup Lewat Karya Guru Penulis Sidoarjo

Reporter : Imam Hambali
Suasana KGPS resmi meluncurkan buku antologi puisi ke-15 bertajuk Perempuan Pencerah Hati.  Bertempat di Aula Kencana DP3AKB, Sabtu (9/5/2026).

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini terbukti tak lekang oleh zaman. Di tangan para pendidik yang tergabung dalam Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS), semangat emansipasi itu menjelma menjadi untaian puisi yang sarat inspirasi dan pesan pencerahan.

Baca juga: Sarmuji : Motivasi Dirinya Terjun Politik Berakar Kuat Pada Nilai-Nilai Spiritualitas, Al Quran

Bertempat di Aula Kencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (9/5/2026), KGPS resmi meluncurkan buku antologi puisi ke-15 bertajuk Perempuan Pencerah Hati. 

Peluncuran buku tersebut dirangkai dengan talkshow bertema Kiprah Perempuan di Era Digital yang mengulas peran strategis perempuan di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan media.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo, Mustain, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas produktivitas 35 anggota KGPS.

Menurutnya, menulis merupakan bentuk perjuangan modern yang harus terus dipupuk di kalangan pendidik.

“Di era digital dengan arus informasi yang kian deras, kehadiran guru penulis menjadi sangat krusial. Mereka bukan sekadar penulis, melainkan pelopor dan pencerah. Buku ini bukan sekadar kumpulan kata, tetapi nyala obor yang akan terus berbicara melampaui zaman,” ujar Mustain.

Ia menilai dedikasi para guru yang konsisten menulis membuktikan sosok “Kartini” masih hidup di ruang-ruang kelas maupun dalam karya sastra yang lahir dari para pendidik Sidoarjo.

Mustain pun berharap karya tersebut mampu menjadi pemantik semangat bagi para guru lainnya agar berani menuangkan gagasan dan pengalaman melalui tulisan.

“Semua guru harus mulai termotivasi untuk berani menyampaikan unek-unek, gagasan, maupun programnya menjadi sebuah tulisan yang memberi pencerahan bagi banyak orang,” katanya.

Baca juga: IKA Unesa dan Fakultas Hukum Gelar Bedah Buku tentang Mediasi untuk Lindungi Profesi Guru 

Sementara itu, Sekretaris KGPS, Suhartatik, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari DP3AKB Kabupaten Sidoarjo serta pendampingan dari PWI Sidoarjo.

Menurutnya, buku antologi ke-15 ini menjadi penegasan bahwa guru perempuan memiliki peran ganda sebagai pendidik sekaligus pencerah hati di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah tiang peradaban. Dari tutur katanya mengalir nilai, dari tangannya terukir arah masa depan anak-anak bangsa,” tutur Suhartatik.

Ia juga menyoroti kehadiran para guru laki-laki yang turut memberikan dukungan moral dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antar gender menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi yang kuat di Sidoarjo.

Baca juga: KAUJE Jember Bedah Buku M. Sarmuji, Membaca Ulang Makna Kekuasaan yang Menolong Rakyat

“Di samping perempuan yang luar biasa, ada dukungan bapak-bapak yang juga luar biasa dalam komunitas ini. Literasi tumbuh karena kebersamaan,” tegasnya.

Acara yang dibuka dengan tarian tradisional itu turut dihadiri Kepala DP3AKB Kabupaten Sidoarjo Heni Kristiani, Wakil Ketua Perempuan PGRI Jawa Timur Siti Chomsiyah, serta para pegiat literasi dari kalangan guru.

Dukungan fasilitas yang diberikan DP3AKB menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah dengan komunitas kreatif dalam mendorong lahirnya karya-karya literasi.

Melalui buku Perempuan Pencerah Hati, KGPS menitipkan pesan mendalam kepada seluruh pendidik agar tidak berhenti menulis.

“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menulis untuk meninggalkan jejak pemikiran. Karena setiap kata adalah jejak kebaikan yang akan tetap hidup meski raga tak lagi ada,” pungkas Suhartatik.(ih/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru