HMI Lamongan Peringati Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Gelar Diskusi Kebangsaan
Lamongan, JatimUPdate.id - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan (P) Lamongan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menggelar diskusi kebangsaan dan menghadirkan Ahmad Labib sebagai tokoh nasional yang berasal dari Lamongan, Minggu, (17/08/2025) Moola Cafe Lamongan.
Baca Juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon
Kegaiatan diskusi kebangsaan HMI Cabang Lamongan yang bertema Refleksi Kemerdekaan Indonesia, Menuju 1 Abad Kemerdekaan memiliki relevansi dengan tema 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia yaitu Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
Ahmad Zamroni Formateur/Ketua Umum Terpilih HMI Cabang Lamongan dalam sambutanya menyampaikan tentang kesadaran kolektif untuk melanjutkan perjuangan.
"Refleksi menuju satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa, untuk membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan berkeadilan," ujar Zamroni.
Peran HMI kepada Bangsa dan Negara
Dia juga mengatakan, harapannya pada momen refleksi kemerdekaan dapat memotivasi generasi muda, terutama dari kader-kader HMI Lamongan untuk berperan aktif dalam menyumbangkan ide dan gagasan kepada bangsa dan negara.
"Mari bersama-sama menjadi motor penggerak perubahan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan di tengah keberagaman dan membantu mempersiapkan Indonesia sebagai negara yang unggul secara global menuju 2045," ucapnya.
Lebih lanjut, Zamroni menyinggung pada tahun 2045 adalah momen tepat 1 abad kemerdekaan Indonesia, tantangan HMI untuk menggapai Indonesia Emas.
"2045 ialah momen dimana kemakmuran, keadilan sosial dan kedaulatan benar-benar harus bisa dirasakan oleh setiap rakyatnya, perjuangan itu sesuai dengan tujuan besar kita yaitu HMI," ajaknya saat memberikan sambutan didepan para kader-kader HMI.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Labib dalam sesi diskusi memaparkan tantangan Indonesia pada kondisi dan situasi internasioanal.
"Bagaimana kita mau mempertahankan kedaulatan negara dengan situasi seperti ini, ada rekonfigurasi internasional yang harus kita hadapi, kita harus menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang perkonomiannya luar biasa diantaranya Rusia, China, India dan Brazil," terangnya.
Baca Juga: DPR Sahkan 10 Dewas BPJS Periode 2026–2031, Ini Daftar Namanya
Program Pemerintah yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyasar pada Ibu hamil, MBG juga berperan untuk mencegah stunting yang ada di Indonesia.
"MBG itu bagian dari upaya yang sangat dasar untuk memastikan 80 juta siswa, yang nantinya akan menjadi andalan kita pada momen bonus demografi itu adalah orang-orang yang sehat dan terpenuhi gizinya sejak dari proses pertumbuhan," ujar Ahmad Labib.
Selain itu, Labib juga menjelaskan salah satu tujuan dari program Koperasi Desa Merah Putih.
"Adanya koperasi itu untuk menggerakkan perekonomian di desa-desa, supaya tidak hanya berputar di Jakarta, karena saat ini 70% perekoniman berpusat di Jakarta," ucapnya.
Refleksi menuju Indonesia Emas 2045
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakati Langkah Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI
Ahmad Labib mengajak anak muda untuk terus mengembangkan diri, berinovasi serta mempunyai gagasan.
"Menuju Indonesia Emas 2045 itu butuh orang-orang yang kuat, anak-anak muda yang mempunyai ide kreatif dan inovatif, advance dalam kemampuan," tegasnya.
Lebih jauh, Labib mengatakan refleksi menuju Indonesia Emas 2045, kita punya momentum tapi momentum itu bisa hilang kalau tidak siap dan itu bisa menjadi bom ketika kita gagal. Karena akan terjadi pengangguran yang luar biasa di usia produktif, hal itu menjadi masalah yang sangat serius.
"Kalau tidak siap, kita bisa menjadi negara gagal seperti Sri Lanka, Bangladesh mereka sudah sampai pada puncak pertumbuhan, tetapi negaranya tidak siap, pengangguran banyak, infrastruktur tidak siap. Tapi saya optimis kalau kita bisa dengan mempersiakan diri masing-masing, InsyaAllah kita akan siap menyambut 2045," pungkas pria asal Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Dalam diskusi tersebut, Ahmad Labib menjelaskan banyak hal diantaranya berkaitan dengan geopolitik (rekonfigurasi) internasional, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Hilirisasi, Reformasi Agraria dan Indonesia Emas 2045.
Perlu diketahui, Ahmad Labib merupakan satu-satunya tokoh legislator dari enam perwakilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI), Daerah Pemilihan X Jawa Timur, yang lahir dan besar di Kabupaten Lamongan. (wb/mmt)
Editor : Miftahul Rachman