William Heinrich: Konsep HIPMI 8% Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Konferensi pers Bakal Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), William Heinrich, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (15/04)
Konferensi pers Bakal Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), William Heinrich, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (15/04)

Jakarta, JatimUPdate.id - Bakal Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), William Heinrich, menawarkan konsep strategis “HIPMI 8%” sebagai langkah konkret mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Gagasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto.

William menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan fundamental bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai momentum bonus demografi harus dimanfaatkan secara maksimal dengan melibatkan pengusaha muda sebagai motor penggerak sektor riil.

“HIPMI harus mengambil peran lebih aktif sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal pemerintah membuat kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan kekuatan produktif dari pengusaha muda,” katanya.

Dalam konsep HIPMI 8%, William juga menyoroti pentingnya efisiensi ekonomi nasional. Ia menilai tingginya rasio ICOR menunjukkan bahwa penggunaan modal belum optimal.

“HIPMI akan hadir sebagai agen penurun ICOR melalui peningkatan produktivitas dan digitalisasi usaha,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperluas basis pajak melalui penciptaan lapangan kerja formal sebagai kontribusi nyata terhadap penerimaan negara.

“Kami menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

William juga memproyeksikan bahwa implementasi konsep HIPMI 8�pat memberikan kontribusi tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik.

Untuk mendukung pembiayaan, ia melihat peluang besar dari transformasi ekonomi nasional, termasuk kehadiran lembaga investasi seperti Danantara, yang dinilai dapat memperkuat akses pendanaan bagi pengusaha muda.

Ia pun optimistis, melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai secara realistis dan berkelanjutan (*)