FPK Sidoarjo Periode 2026–2030 Dikukuhkan, Siap Perkuat Kerukunan 22 Etnis di Kota Delta

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Prosesi pelantikan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2030.
Prosesi pelantikan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2030.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2030 resmi dikukuhkan.

Kehadiran forum tersebut diharapkan semakin memperkuat persatuan dan menjaga harmonisasi sosial di tengah keberagaman suku, ras, dan etnis yang hidup berdampingan di Kota Delta.

Ketua FPK Sidoarjo, Sujani, menegaskan bahwa FPK merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Forum ini berfungsi sebagai wadah yang mempererat hubungan antar kelompok etnis sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“FPK merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam bidang pembauran dan kerukunan antar suku, ras, serta etnis yang ada di Sidoarjo,” kata Sujani usai pengukuhan pengurus.

Ia menjelaskan, FPK memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Karena itu, forum tersebut diharapkan mampu mendeteksi dan mengantisipasi potensi gesekan sosial yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.

Jadi Garda Terdepan Penyelesaian Konflik
Sujani menuturkan, apabila terjadi konflik atau kesalahpahaman antar kelompok masyarakat, pengurus FPK diharapkan dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan mediasi dan mencari solusi terbaik.

Menurutnya, pendekatan dialog dan musyawarah harus menjadi langkah utama dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kalau ada permasalahan di masyarakat, pengurus FPK harus hadir untuk mencari akar persoalan dan membantu menyelesaikannya secara baik demi menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus yang baru dikukuhkan agar menjalankan tugas secara profesional, menjunjung tinggi netralitas, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok maupun etnis tertentu.

Satukan Keberagaman untuk Kepentingan Bersama

Dalam arahannya, Sujani mengajak seluruh anggota FPK untuk meninggalkan sekat-sekat identitas yang berpotensi memecah persatuan.

Ia menekankan pentingnya membangun rasa kebersamaan sebagai warga Sidoarjo tanpa membedakan latar belakang suku dan etnis.

“Keakuan suku harus ditinggalkan. Yang Madura, Batak, Jawa maupun etnis lainnya harus menyatu dalam satu wadah pembauran kebangsaan demi kepentingan bersama sebagai warga Sidoarjo,” tegasnya.

Saat ini, kepengurusan FPK Kabupaten Sidoarjo dihuni oleh 22 perwakilan etnis. Ke depan, forum tersebut diharapkan mampu merangkul lebih banyak elemen masyarakat sehingga semangat persatuan, toleransi, dan kerukunan antarwarga semakin kuat di Kabupaten Sidoarjo.(ih/yh)