Ekspor Perdana Kopi Excelsa Wonosalam

oleh : -
Ekspor Perdana Kopi Excelsa Wonosalam
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disaksikan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Jatim Budi Hanoto melepas ekspor perdana 12 ton kopi Excelsa

JOMBANG (Jatimupdate.id) Ekspor perdana kopi Excelsa Wonosalam ini diinisiasi oleh para generasi muda di Jombang. Yakni kerja sama antara pemuda dari Desa Wonosalam Kec. Wonosalam, dengan eksportir PT. Indo Samudra Ekspor yang juga dipimpin oleh anak muda.

 

Perwakilan UMKM Rubath Kopi Jombang produsen Kopi Excelsa Wonosalam, Wiknyo Susandi, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menuturkan, UMKM binaan asosiasi kopi wonosalam yang sebenarnya terbentuk dari kelompok ngaji atau majlis ilmu agama, yang diberi amanah untuk mendirikan suatu usaha melalui Rubath Kopi Jombang.

 

Dari situ, kata dia, ada pesan untuk setiap anggota Rubath Kopi Jombang agar setiap memproses kopi mereka diminta untuk menghadirkan hati dan doa. Hal tersebut dilakukan agar kopi yang dihasilkan menjadi berkualitas dan berspiritualitas.

 

"Agar setiap orang yang minum kopi Rubath Kopi Jombang tak hanya tenang hatinya juga tenang pikirannya. Dari segelas kopi, kami berharap bisa terjalain silaturrahim. Kami memang anak-anak muda desa, tapi kami memiliki mimpi untuk mendunia," kata Wiknyo.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disaksikan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Jatim Budi Hanoto melepas ekspor perdana 12 ton kopi Excelsa komoditas khas Wonosalam, Kabupaten Jombang ke Malaysia.

 

Pelepasan ekspor perdana kopi Excelsa itu dihelat di depan Kantor Koperasi Wonosalam Jombang Jl Anjasmoro 158 Dusun Pucangrejo Desa Wonosalam Kec. Wonosalam Kab. Jombang, Selasa (10/5) siang.

 

"Saya ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion masuk di sektor perkebunan, terutama kopi karena pasarnya bagus. Apalagi Excelsa yang ditanam di sini ini termasuk jenis yang cukup favorit di pasar dunia," kata Gubernur Khofifah.

 

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. Ditambah lagi dengan adanya support luar biasa dari berbagai pihak.

 

"Inisiasi anak muda dengan bimbingan dan pembinaan dari Bank Indonesia dan tentu dari pemerintah kabupaten, menjadi bagian yang penting untuk membangun jejaring pasar luar negeri," ucapnya.

 

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki daerah unggulan penghasil kopi Excelsa, yaitu di Wonosalam Jombang, lereng Gunung Wilis Madiun, dan lereng Gunung Ijen. Ia menuturkan bahwa proses budidaya kopi jenis Excelsa menjadikannya unik karena terbilang cukup lama. Butuh waktu 5 tahun, mulai ditanam sampai bisa dipanen.

 

"Jadi sebetulnya kopi Excelsa ini merupakan komoditas  kopi favorit dunia," ujarnya.

 

Selain termasuk favorit di pasar dunia, produksi kopi jenis ini hanya 7% di seluruh dunia. Sehingga, ia melihat besarnya peluang pangsa pasar kopi Excelsa ke depannya.

 

Selama acara pelepasan, Gubernur Khofifah tak henti-hentinya menyatakan rasa bahagia dan bangga atas keberhasilan anak-anak muda asal Wonosalam itu. Ia pun kagum dengan filosofi yang mereka bangun, yaitu "dari desa untuk dunia". Sehingga ia berharap agar hal ini bisa menjadi pendorong serta penyemangat bagi anak-anak muda lainnya di Jawa Timur.

 

"Dari desa untuk dunia, filosofi mereka luar biasa, dari desa Wonosalam menembus pasar dunia. Mudah-mudahan ini akan terus bisa mendorong dan menyemangati kawan-kawan muda untuk terus produktif di sektor apapun terutama disini di sektor tanam kopi, dan kemudian mereka sudah sukses bisa tembus pasar ekspor," harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto menyampaikan bahwa keberhasilan melakukan ekspor kopi Excelsa asal Wonosalam Jombang ini adalah salah satu bentuk model bisnis End to End. Ia menuturkan bahwa BI telah melakukan pendampingan terhadap UMKM produsen kopi Excelsa Wonosalam ini sejak tahun 2019.

 

"Mulai dari pengadaan bibit, cara tanam bagaimana teknologi menanamnya juga bantuan alat dan sebagainya sampai akhirnya di hilirnya," kata Budi Hanoto.

 

Budi mengatakan, sinergi institusinya bersama Pemprov dan Pemkab, juga dinas dan OPD terkait akhirnya berbuah kesuksesan sehingg mecapai tahapan ekspor senilai 12 ton. Selain pendampingan mulai proses tanam dan produksinya, BI juga memberikan pendampingan business matching yang mempertemukan antara demand and supply.

 

Ia berharap hal seperti ini dapat terus berkembang dan diadaptasi oleh UMKM lainnya di Jawa Timur. Apalagi bisa dikembangkan oleh anak-anak muda yang tentu memliki semangat yang luar biasa.

 

"Kami mengucapkan terima kasih ujung dari pendampingan ini akhirnya bisa tembue pasat  ekspor artinya ini UMKM dari desa dan kecamatan Wonosalam ini sudah memberikan kontribusi yang bagus untuk pemulihan ekonomi Jawa Timur," ucapnya.