Tidak sekadar candaan saja artinya. Di dalamnya ada harapan tersembunyi untuk dikabulkan! Itu maksud guyon maton parikeno sebuah istilah Jawa, sebuah candaan
Opini
Terus Membaca Dan Menulis
Apa yang dibaca dan apa yang di tulis? Mungkin saja saya perlu membaca terus apa yang ditulis oleh Prof. Djoko Suryo, seorang yang fasih berbicara tentang
Terima Kasih Guru
Hati telah tersambung. Sebuah relasi takdim muncul dari rasa hormat seorang murid kepada seorang Guru. Rasa hormat itu membuat sang murid berusaha sekuat
Seonggok Daging Meugang, Mengembalikan Marwah Pemimpin Aceh
Sudah menjadi Tradisi masyarakat Aceh saat menjelang Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha memasak daging, atau dalam istilah masyarakat Aceh di sebut Makmugang.
Sugih Tanpa Bondo!
Baru ingin saja dumadakan barang yang diinginkan datang di depan mata. Pernahkah Anda mengalami demikian? Saya kira bila Anda niteni mengingat-ingat
Gusti Allah Ora Sare Percaya Itu!
Pukul 16:00 WIB. Saya harus berangkat ke Bangil Pasuruan. Karena jam 18:30 WIB saya harus bertemu mahasiswa saya. Ngapain? Guyon maton parikeno. Akan saya
Membuat Buku Ajar Adalah Mimpiku Selanjutnya!
Tangi esuk. Langsung tandang gawe ning omah mburi: ngasahi, umbah-umbah lan bacut memeni ning samping omah, bar iku masak, jangan kluweh! Karena Istri sedang
Gambar Gubuk
Melihat gambar Gubug. Wayah sore. Lalu entah kebetulan apa tidak, si penjual warung kopi memutar tembang campursari. Saat aku tengah rehat. Duduk menikmati
Megengan
Saiki Wulan Ruah. Mari ngono bakalan teko Wulan Poso! Sehabis Makaryo. Mengajar di Kampus ITB Yadika Pasuruan. Malam ini diundang menghadiri acara Megengan
Pemulung Huruf
Sebuah idiom baru bagi saya. Membaca diksi pada judul tulisan di atas. Begitu yang disampaikan oleh Dr. Muzakki, Direktur SDGs Center UB semalam. Istilah itu