Ada pepatah kaum Stoik pemerhati *Filsafat Stoikisme* yang berbunyi kurang lebih begini: "Alam semesta ini tidak pernah terburu-buru namun semuanya
Catatan Mas AAS
Hidup Bukan Untuk Jadi Pecundang Namun Jadi Pemenang
Hari telah larut, diri ini masih rehat di Rest Area Waru. Memberi ruang sedikit pada tubuh untuk beristirahat sejenak. Karena alarm telah berbunyi. Untuk apa
Selamat Jalan Penulis Dan Ilmuwan Kebangsaan; Mochtar Pabottinggi
Sehabis sowan salat menghadap Gusti Allah di waktu dinihari tadi. Membuka HP lalu scroll sebuah aplikasi media sosial ada sebuah judul tulisan: "Memule"
Wolak Walik Ing Jaman
Awal muasalnya dari mana, penulis tidak tahu! Apabila berdiskusi membahas Keagungan Tuhan yang terhampar di bumi Nya, hati ini begitu senang bukan
Hidup Sekali Harus Bahagia
Kumpul di markas Warung Kopi Rungkut. Kumpul dengan bolo kurowo para jawara yang berjaya di masa mudanya. Mereka setiap pagi ngecangkruk di sini berkumpul,
Bertemu Tidak sengaja Dengan Pak Adi Sutanto
Semakin di ujung perjalanan sebuah perjalanan. Tentu akan banyak kejadian yang bisa terjadi dan acap kali terlihat kebetulan sebagai manusia biasa yang banyak
Semangat, Ridho dan Doa Orang Tercinta Untuk Lulus S3
(Tulisan ini khusus, penulis dedikasikan teruntuk kakak kelas di PDIM UB yaitu mas Arya, yang kemarin barusan melaksanakan UAD
Berguru Pada Alam: Selalu Memberi Yang Terbaik
Segelas kopi pahit tidak pakai gula menemani diriku siang ini. Saat rehat sejenak dari aktivitas *ngojek* pada hari ini! Terik sang surya
Kopi Pagi Bersama Mbah Gareng Dihari Minggu
Awali pagi dengan secangkir semangat dan sebatang harapan. Itu fatwa pagi dari Al-mukarom dari daerah Rungkut Surabaya yaitu Mbah Gareng Rambut boleh memutih
Menjadi Manusia Observer!
Setengah harian lebih boleh dikatakan diri ini menyengaja praktik menjadi manusia observer. Siapa yang diamati, adalah semua manusia yang berinteraksi dengan