Warga Muhammadiyah Malang Ucapkan Selamat Harlah NU

Ketua PDM Malang Sampaikan Tausyiah Refleksi Persatuan Muhammadiyah dan NU

Reporter : Deki Umamun Rois
Suasana Pengajian PDM Malang di kecamatan Dau, kabupaten Malang. (Foto Maklumat.id for JatimUPdate.id)

 

Dau, Malang, JatimUPdate.id – Ribuan warga berkumpul di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dalam pengajian akbar yang menyampaikan pesan mendalam tentang kepedulian lingkungan, persatuan umat, dan kekuatan keluarga. Pengajian ini menjadi ruang perjumpaan iman, akal, dan nurani.

Baca juga: Prediksi Lebaran 2026: 21 atau 20 Maret?

Minggu pagi (1/2/2026), ribuan jamaah memadati area parkir kompleks wisata kuliner Warung Tani Dau, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pengajian akbar yang diinisiasi oleh Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang ini membawa pesan dakwah yang membumi dan relevan.

Namun, suasana khidmat yang terasa pagi itu sempat diragukan sehari sebelumnya.

Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu pagi hingga malam mengubah lapangan yang disiapkan panitia menjadi penuh genangan air. Kondisi ini membuat persiapan menjadi jauh lebih menantang, terutama dengan perkiraan jumlah jemaah yang membeludak.

Panitia tak menyerah. Tenda-tenda diperbaiki, kursi disusun ulang, dan koordinasi diperketat. Panggung utama dengan videotron besar telah berdiri kokoh, sementara perangkat gamelan tertata rapi di sisi panggung.

Doa dan harapan panitia akhirnya terkabul. Saat Ahad pagi tiba, langit cerah, dan jamaah terus berdatangan hingga melampaui ekspektasi. Kursi-kursi yang disiapkan pun tak lagi cukup, memaksa sebagian jamaah duduk di atas tanah, di area terbuka, hingga di luar lokasi utama.

Dakwah untuk Lingkungan: Amanah sebagai Khalifah

Tema pengajian kali ini mengusung topik yang relevan dengan kondisi saat ini: Peduli Lingkungan dan Kelestarian Alam. Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah menjadi pengingat akan pentingnya menjaga alam.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, Sukmajaya, menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab iman.

“Menjaga bumi, hutan, dan air bukan hanya urusan sosial, tetapi juga bagian dari akidah. Merusak lingkungan sama artinya mengkhianati amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi,” tegas Sukmajaya di hadapan ribuan jamaah.

Sebagai bentuk komitmen, Universitas Muhammadiyah Malang menyerahkan bibit pohon kepada Majelis Lingkungan Hidup PCM Dau. Penyerahan ini menjadi simbol bahwa dakwah tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melestarikan alam.

Baca juga: Muhammadiyah Distribusikan Ratusan Paket Ramadan untuk Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

Refleksi Persatuan: Muhammadiyah dan NU

Tidak hanya soal lingkungan, pengajian ini juga menjadi momen penting untuk meneguhkan persatuan umat. Ketua PDM Kabupaten Malang, Muhammad Nurul Humaidi, menyampaikan refleksi tentang hubungan historis antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Pengajian ini bertepatan dengan sehari setelah peringatan Harlah Ke-100 NU berdasarkan kalender Masehi.

“Atas nama warga Muhammadiyah Kabupaten Malang, kami menyampaikan selamat tahniah atas Harlah Ke-100 NU. Muhammadiyah dan NU adalah saudara dekat—bahkan adik kandung—yang sama-sama memiliki semangat keilmuan dan dakwah amar makruf nahi mungkar,” ujar Humaidi.

Ia menegaskan bahwa kedua organisasi ini memiliki peran besar dalam merekatkan persatuan umat dan memajukan bangsa. “Muhammadiyah akan selalu bergandeng tangan dengan NU untuk mengembangkan sumber daya manusia, memajukan peradaban, dan membangun Indonesia,” tambahnya.

Rumah Tanpa Al-Qur’an, Jiwa Tanpa Ketenangan

Baca juga: Malang, Emper Rumah Tua, dan Hasrat Menjadi Bernilai

Puncak acara diisi dengan tausiah dari Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang mengajak jamaah untuk merefleksikan pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa kekuatan umat bermula dari rumah tangga yang harmonis.

“Rumah yang baik bukan dilihat dari indahnya bangunan, tetapi dari seberapa sering ayat-ayat Allah dikumandangkan di dalamnya. Jika Al-Qur’an hidup di rumah, ketenangan akan menyertainya,” tuturnya.

Anwar Abbas juga menegaskan, keluarga adalah pondasi utama bagi masyarakat yang tangguh. Ketika suami, istri, dan anak saling menjaga diri serta menjalankan perannya dengan baik, akan lahir rumah tangga sakinah yang menjadi pilar kekuatan umat.

Pengajian akbar di Dau ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi ruang pertemuan antara iman dan aksi nyata, antara doa dan usaha. Dari isu lingkungan hingga persatuan umat, acara ini mengangkat tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Harapan panitia saat memulai persiapan akhirnya terwujud. Langit yang sempat muram berganti cerah, menyambut ribuan jamaah dengan penuh harapan.

Dari Dau, dakwah berkemajuan menemukan wujudnya: menyentuh hati, merawat alam, dan meneguhkan persatuan umat. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru