Andy Soebjakto di FEB UNESA: Mahasiswa Harus Jadi Pilar Utama Anti-Narkoba

Reporter : Ibrahim
Andy Soebjakto Molanggato, Penasihat Ahli KAPOLRI, narasumber utama paparkan materi “Membangun Generasi Muda Tanpa Narkoba: Ancaman Digital, Implikasi Ekonomi, dan Strategi Mitigasi 2026–2029."

 

Surabaya, JatimUPdate.id — Ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus berkembang dengan pola yang semakin kompleks.

Baca juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan hingga Strategi Geopolitik Nasional

Tidak lagi sekadar persoalan kriminalitas, narkotika kini menjadi ancaman multidimensi yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, stabilitas sosial, hingga ketahanan ekonomi nasional.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (BEM FEB UNESA) bersama Ikatan Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (IKA FEB UNESA) menggelar kuliah tamu bertajuk “PILAR MUDA” (Penguatan Integritas dan Literasi Anti Narkotika untuk Mahasiswa dan Pemuda) di Auditorium G6 FEB UNESA.

Mengusung tema “Membangun Kesadaran, Memperkuat Integritas, dan Meneguhkan Peran Mahasiswa dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika,” kegiatan ini menghadirkan Andy Soebjakto Molanggato, Penasihat Ahli KAPOLRI, sebagai narasumber utama yang memaparkan materi bertajuk “Membangun Generasi Muda Tanpa Narkoba: Ancaman Digital, Implikasi Ekonomi, dan Strategi Mitigasi 2026–2029.”

Dalam paparannya, Andy menegaskan bahwa perang melawan narkotika hari ini telah memasuki babak baru.

Peredaran narkoba tidak lagi hanya berlangsung melalui jaringan konvensional, tetapi semakin banyak bergerak melalui ruang digital—mulai dari media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform daring yang menyasar generasi muda secara sistematis.

“Ancaman narkotika kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Mahasiswa harus memahami bahwa perang terhadap narkoba juga berlangsung di ruang digital, sehingga literasi dan kewaspadaan menjadi benteng pertama pertahanan,” ujar Andy Soebjakto.

Andy menjelaskan bahwa bahaya narkotika bukan hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan implikasi ekonomi yang besar.

Penyalahgunaan narkoba dapat menurunkan produktivitas generasi muda, meningkatkan biaya kesehatan nasional, memperbesar beban sosial keluarga, hingga menghambat bonus demografi yang seharusnya menjadi kekuatan Indonesia menuju negara maju.

Baca juga: Polres Lhokseumawe Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sabu 1.419,36 gram dan Ganja 70,85 gram

Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, peserta diajak melihat persoalan narkotika bukan hanya dari sisi hukum dan kesehatan, tetapi juga dari perspektif pembangunan nasional.

“Ketika generasi produktif terjerumus narkoba, yang terdampak bukan hanya individu, tetapi juga ekonomi bangsa. Produktivitas menurun, kualitas SDM melemah, dan daya saing nasional ikut terancam,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Andy juga memaparkan strategi mitigasi 2026–2029, yang menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat, institusi pendidikan, keluarga, dan komunitas mahasiswa.

Kampus dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat literasi, pembentukan karakter, sekaligus ruang penguatan gerakan sosial anti-narkotika.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak bersikap pasif, melainkan tampil sebagai pelopor kesadaran dan edukasi di lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Aliansi Wartawan Surabaya Gandeng BNN kota Surabaya Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Mulyorejo

“Mahasiswa harus menjadi pilar utama anti-narkoba. Mereka adalah agen perubahan yang mampu membangun kesadaran, mempengaruhi lingkungan, dan menjadi teladan dalam menjaga integritas,” tambah Andy.

Antusiasme mahasiswa FEB UNESA terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan baru, mulai dari pola rekrutmen jaringan narkotika di media sosial, tekanan lingkungan pergaulan, hingga strategi kampanye digital yang efektif untuk membangun gerakan generasi muda tanpa narkoba.

Kuliah tamu PILAR MUDA ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen mahasiswa untuk menjaga diri, menjaga kampus, dan menjaga masa depan bangsa.

Pesan utama yang mengemuka dari forum ini sangat jelas: upaya membangun generasi muda tanpa narkoba harus dimulai dari kesadaran, integritas, dan keberanian mahasiswa untuk menjadi pilar utama perubahan. (roy/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru