Sidoarjo, JatimUPdate.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo untuk memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di tengah masyarakat.
Baca juga: Bawaslu Sidoarjo Perkuat Profesionalitas Pengelolaan Arsip Lewat Pelatihan Kearsipan
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pengembangan Literasi Demokrasi dan Kepemiluan serta Kearsipan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peresmian Pojok Pengawasan Bawaslu Kabupaten Sidoarjo dan pelatihan manajemen kearsipan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam memperluas pendidikan demokrasi dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang edukasi publik.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan akses bahan bacaan, tetapi juga memperoleh informasi mengenai pemilu dan pengawasan partisipatif.
Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Evy Rupitasari, yang mewakili Kepala Dinas, menyambut positif kerja sama tersebut.
"Kami menyambut positif kerja sama ini. Dalam waktu yang relatif singkat, kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dapat terwujud dengan baik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat bagi kedua lembaga, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Evy.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan demokrasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Buka Job Fair 2026, Sediakan 4.246 Lowongan Kerja di 60 Perusahaan
Menurutnya, perpustakaan memiliki potensi lebih luas, tidak sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang pembelajaran demokrasi dan kepemiluan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin perpustakaan tidak hanya sebagai ruang untuk membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar demokrasi dan kepemiluan. Kehadiran Pojok Pengawasan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh informasi, meningkatkan pemahaman tentang pengawasan pemilu, serta mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi," kata Agung.
Pojok Pengawasan yang diresmikan tersebut menjadi fasilitas informasi dan edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh penyelenggaraan pemilu, mekanisme pengawasan partisipatif hingga berbagai bentuk pelanggaran pemilu.
Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan akademisi untuk mengakses informasi, mengembangkan kajian, serta melakukan penelitian terkait pengawasan pemilu.
Baca juga: Pj Sekda Pimpin Apel, Pemkab Sidoarjo Perpanjang Kontrak 3.794 PPPK Paruh Waktu
Selain memperkuat literasi kepemiluan, kerja sama tersebut juga menyentuh aspek pengelolaan kearsipan.
Melalui pelatihan manajemen kearsipan, kedua lembaga mendorong pengelolaan dokumen dan informasi yang lebih tertata sehingga dapat mendukung keterbukaan informasi publik.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Sidoarjo berharap literasi demokrasi tidak hanya berkembang menjelang pelaksanaan pemilu, tetapi menjadi pengetahuan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dengan semakin mudahnya akses informasi kepemiluan, masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian untuk ikut mengawasi proses demokrasi demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat