Tak Sekadar Lomba, Pekan Pendidikan Berkah 2026 Kembalikan Esensi Pendidikan di Bondowoso

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, memberikan sambutan pada Pekan Pendidikan Berkah Kabupaten Bondowoso 2026. (Foto JatimUPdate.id)
Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, memberikan sambutan pada Pekan Pendidikan Berkah Kabupaten Bondowoso 2026. (Foto JatimUPdate.id)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso menggelar Pekan Pendidikan Berkah Tahun 2026 dengan pendekatan berbeda.

Tak sekadar lomba, kegiatan ini menjadi langkah konkret mengembalikan pendidikan pada nilai-nilai autentik sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi siswa.

Kegiatan ini mengusung tema mewujudkan Bondowoso tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan.

Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa Pekan Pendidikan tahun ini dilatarbelakangi keinginan mengembalikan ruh pendidikan yang selama ini dinilai mulai bergeser.

“Kegiatan Pekan Pendidikan Berkah Bondowoso ini dilatarbelakangi upaya mengembalikan pendidikan pada nilai-nilai autentik,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kreativitas, serta menanamkan nilai budaya dan keimanan.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, budaya, dan nilai-nilai keimanan,” tegasnya.

Lomba Serentak, Pemerataan Jadi Prioritas

Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan lomba tahun ini digelar serentak di delapan lokasi. Skema ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti berbagai cabang lomba.

Pelaksanaan tersebar di sejumlah titik, di antaranya KDS Mall Bondowoso, Alun-alun Bondowoso, SKB, hingga GOR Pelita.

“Ini sengaja dilaksanakan serentak agar semua siswa mendapat kesempatan yang sama, tidak hanya bertumpu pada beberapa siswa saja,” jelas Taufan.

13 Cabang Lomba SD dan SMP

Untuk jenjang sekolah dasar (SD), sebanyak 13 cabang lomba digelar. Mulai dari murid teladan, cerdas cermat, olimpiade Matematika, IPA, dan IPS, hingga kegiatan kreatif seperti mendongeng, pildacil, membaca puisi, menyanyi solo, dan gambar ekspresi.

Permainan tradisional seperti gobak sodor turut dilombakan, disertai cabang olahraga seperti bola voli mini, atletik, bulutangkis, serta senam Anak Indonesia Hebat.

Untuk jenjang SD, kegiatan berlangsung pada 7–16 April 2026. Sedangkan tingkat SMP dijadwalkan pada 28–29 April 2026, dengan peserta merupakan perwakilan juara 1 dari masing-masing kecamatan di 23 kecamatan se-Kabupaten Bondowoso.

Sementara di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), kompetisi dirancang lebih variatif dan adaptif dengan perkembangan zaman.

Di antaranya lomba vlog, poster digital, komik, olimpiade Bahasa Inggris dan Matematika, hingga penulisan cerpen yang direncanakan akan dibukukan.

Menariknya, terdapat lomba ilustrasi kebangsaan yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Kami ingin anak-anak kembali hafal dan menghayati Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

1.000 Pelajar Tampilkan Tari Remo Kolosal

Tak hanya kompetisi, Pekan Pendidikan Berkah juga mengangkat kekayaan budaya lokal. Sebanyak 1.000 pelajar dijadwalkan tampil membawakan tari remo Sutinah khas Bondowoso secara kolosal pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.

Penampilan tersebut menjadi simbol semangat perjuangan sekaligus upaya melestarikan identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Kolaborasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Di balik pelaksanaannya, kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor. Dispendik Bondowoso mengapresiasi dukungan pihak swasta, khususnya KDS, yang membantu penyediaan fasilitas kegiatan.

“Kami hanya memiliki anggaran untuk trofi dan uang pembinaan. Dukungan fasilitas dari KDS sangat berarti,” tuturnya.

Melalui Pekan Pendidikan Berkah 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, berdaya saing global, serta berakar kuat pada budaya dan nilai keimanan. (ries/yh)