Banjir Hantam Lumajang, Jalur Malang Lumajang Terputus

Reporter : -
Banjir Hantam Lumajang, Jalur Malang Lumajang Terputus
Jembatan Besuk putus

Malang, JatimUPdate.id, -Jembatan Besuk di Dusun Kalibening, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang menghubungkan wilayah Lumajang dengan Malang, mengalami kerusakan parah dan terputus.

Kejadian ini tidak hanya mempengaruhi Jembatan Besuk, tetapi juga beberapa jembatan lainnya yang rusak akibat aliran lahar dingin yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Pj. Gubernur Jatim Resmikan Tanggul Sungai Mujur dan Jembatan Kloposawit

Jembatan yang terletak di jalur nasional yang menghubungkan Malang dan Lumajang, Jawa Timur, terhanyut oleh banjir. Akibatnya, Kecamatan Pronojiwo di Lumajang menjadi terisolasi. Keadaan tersebut disebabkan oleh penutupan jalur Pronojiwo menuju Kota Lumajang sebelumnya akibat longsor.

Sekitar pukul 14.00, terjadi banjir dengan intensitas yang tinggi yang mengakibatkan Jembatan Kali Glidik di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, putus terbawa arus banjir. Selain itu, banjir juga menyebabkan meluapnya air di sekitar jembatan dan merusak rumah milik Samin, seorang warga yang tinggal di dekat jembatan tersebut. Jembatan tersebut merupakan bagian dari jalur nasional yang menghubungkan Malang dan Lumajang, Jum'at (7/72003).

"Hujan melanda kawasan ini sejak pagi, namun intensitas hujannya kecil. Setelah selesai Jum'at tiba-tiba sungai banjir sehingga menyebabkan jembatan putus," ungkap hadi salah satu warga yang tinggal disekitar jembatan.

Saat terdengar suara gemuruh tersebut, air bah yang mengandung material lumpur, batu, dan kayu menghantam jembatan dengan panjang sekitar 25 meter dan lebar 11 meter.

"Warga berhasil menyelamatkan diri, namun rumah Pak Samin yang berada di sudut jembatan mengalami kerusakan," ungkap Hadi.

Jembatan Kali Glidik memiliki peran penting dalam memisahkan Kecamatan Pronojiwo di Lumajang dengan Kecamatan Ampelgading di Malang. Dampak putusnya jembatan tersebut warga Pronojiwo menjadi terisolasi. Hal ini disebabkan oleh penutupan jalur Pronojiwo menuju kota Lumajang pada pagi sebelumnya, akibat longsor yang terjadi di Km 58 Piket Nol.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Kembalikan UKT Sesuai Kebijakan 2023

Camat Pronojiwo, Hindam, mengungkapkan bahwa "Saat ini Pronojiwo mengalami isolasi sementara. Meskipun kebutuhan pokok masih terpenuhi, namun kendala yang dihadapi adalah matinya pasokan listrik yang mengganggu aktivitas warga." terang Himdan Camat Pronojiwo.

Hindam menyebut ada beberapa lokasi di Pronojiwo yang terdampak banjir dan longsor, termasuk di area Kloposawit Pronojiwo, yang menyebabkan terputusnya pasokan listrik PLN.

Himdan berharap pasokan listrik Dari PLN segera tertatangani.

Hingga saat ini, penanganan longsor yang terjadi di jalur piket nol, Candipuro (jalur yang menghubungkan Pronojiwo dengan kota Lumajang), yang terjadi pada Jumat dini hari masih belum dapat dilakukan. Daerah tersebut masih terus dilanda hujan deras dan longsor susulan.

Baca Juga: KAUJE Berkomitmen Beri Kontribusi Untuk Masyarakat

Situasi ini menyebabkan material longsor, seperti tanah dan batu, belum dapat dievakuasi sehingga masih menutupi seluruh permukaan jalan. Akibatnya, akses jalan dari Pronojiwo menuju kota Lumajang juga tetap tertutup.

Terjadi longsor dengan panjang sekitar 10 meter dan ketinggian sekitar 3 meter. Kejadian longsor tersebut terjadi di Kilometer 58 jalur Piket Nol, sebelum Jembatan Gladak Perak/Jembatan Merah Putih, yang berlokasi di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Camat Candipuro, Agus Samsul Hadi, menyatakan bahwa longsor terjadi pada pagi hari, namun tidak diketahui dengan pasti pada jam berapa. Kemungkinan terjadi pada dini hari. Kejadian ini disebabkan oleh hujan yang terus menerus mengguyur Lumajang selama dua hari terakhir.

Agus menjelaskan bahwa pada Jumat pagi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan berbagai pihak terkait telah tiba di lokasi untuk melakukan penilaian dan penanganan. Namun, upaya penanganan longsor tidak berhasil dilakukan karena cuaca masih mengalami hujan deras di lokasi tersebut.(Dek) 

Editor : Nasirudin