Tabea Pua, Keturunan Macoa Bawalipu Calon Ketua Umum PB HMI di Kongres HMI XXXII di Pontianak

Reporter : -
Tabea Pua, Keturunan Macoa Bawalipu Calon Ketua Umum PB HMI di Kongres HMI XXXII di Pontianak
Ahmad Rifai

Ahmad Rifai atau sering di sapa Rifai merupakan keturunan dari Macoa Ke-XXI Lantu Towollo, Pria kelahiran Poso ini memantapkan niatnya untuk Maju sebagai Calon Ketua Umum PB HMI pada Kongres HMI XXXII di Pontianak mendatang.

Ahmad Rifai maju sebagai Calon Ketua Umum PB HMI dengan posisi jabatan terakhir sebagai Wakil Bendahara Umum PB HMI dengan membawa Tagline HMI Kolaboratif dan beberapa Isu yang dibawa diantaranya Perkaderan HMI Menuju Indonesia Unggul dan Techno Preneur.

Baca Juga: Bayang-Bayang Mar'ie Muhammad di NDP HMI dan Kekesalannya Pada M.Natsir

Ahmad Rifai merupakan mantan Ketua Umum HMI Cabang Poso dan salahsatu aktivis Poso yang saat ini banyak beraktivitas di Jakarta, saat ini pria yang akrab disapa Rifai sedang menempuh jenjang studi Pasca Sarjana di Sekolah Bisnis IPB University.

“Kongres HMI ke XXXII kedepan diharapkan semua pihak bisa berkolaborasi untuk mensukseskan agenda besar 2 (dua) tahunan HMI ini, kita semua berharap kontestasi Pemilihan Ketua Umum PB HMI kedepan bisa berlangsung damai dan melahirkan pemimpin yang bisa membawa HMI lebih baik dan tentunya HMI harus selalu adaptif dan responsif dengan perubahan zaman”. Ungkap Rifai.

Tentang Macoa Bawalipu

Baca Juga: Mar’ie Muhammad, Mr.Clean dari Rahim HMI

Tentang Macoa Bawalipu (bahasa Indonesia: Kausaprima Bumi) atau sering ditulis menjadi Macoa Bawa Lipu, adalah sebuah gelar yang diberikan kepada pimpinan pemangku adat di Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. Macoa sendiri bermakna pemimpin.

Dalam menjalankan pemerintahan adat, Macoa Bawalipu dibantu oleh dua orang Paramata, yakni Paramata Laiwonu dan Paramata Rompo.

Dalam sejarah, suku Pamona yang tinggal di gunung yang jauh dari pusat pemerintahan, dari dataran Salu Moge turun mendekati pusat pemerintahan di sekitar Mangkutana, yang menjadi pusat pemerintahan adat setelah ditaklukkan oleh Macoa Bawalipu pada saat itu.

Baca Juga: Lika-liku dan Kisah Cinta Mahbub Djunaidi (Habis)

Kerajaan Luwu apabila memiliki keperluan di Pamona akan mengurusnya melalui Wotu, dan sebaliknya jika Pamona memiliki keperluan akan mengurusnya melalui Wotu. Dalam hal ini, semuanya sederajat dan saling menyokong.

Prosesi adat di Luwu tidak dapat dinyatakan sah jika tidak "pamit" (meminta izin) kepada Macoa Bawalipu sebagai pemimpin adat tertinggi di Wotu untuk pengambilan air dan pembangunan istana, serta harus meminta izin jika ingin duduk sejajar dengan Datu. (YH)

Editor : Yuris P Hidayat