Gelar UKW di Semarang, Koordinator LUKW Unitomo : Kalau Mau Nakal, Nggak Usah Ikut UKW!
Semarang, JatimUPdate.id - Dewan Pers bersama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Unitomo dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Chanti, Semarang Jawa Tengah. Uji kompetensi ini digelar selama dua hari dari Jum'at (23/8) sampai dengan Sabtu (24/8) dan diikuti oleh 42 peserta baik dari jurnalis televisi, media cetak dan siber.
Untuk media cetak dan siber diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari 13 peserta tingkat muda dan 5 peserta tingkat madya. Para peserta ini 99 persen pesertanya berasal dari jurnalis yang berkecimpung di bawah Jawa Pos Group, sementara sisanya berasal dari jurnalis ikilhojatim.com, Pikiran Rakyat, Detik Zone, betanews.id, lenteratoday.com, dan jatimupdate.id.
Baca Juga: LUKW Unitomo Gelar Rapat Struktural Bersama Tim Penguji UKW
Dalam prosesi penutupan UKW sekaligus pengumuman kelulusan peserta, Koordinator UKW Unitomo, Syaiful Anam, mengatakan, penilaian yang diberikan oleh penguji hasilnya bisa langsung dapat diketahui begitu peserta selesai menyelesaikan tugasnya.
"Ketentuan Dewan Pers, minimal point 70 peserta dapat dinyatakan kompeten,"katanya.
Dari 18 peserta yang mengikuti UKW, tambah Syaiful Anam, seluruhnya dinyatakan kompeten. Ia juga berpesan kepada para peserta agar setelah mengikuti UKW dapat mengemban tugas kewartawanan dengan baik dan bisa menekan informasi hoax yang banyak beredar saat ini.
"Dengan dinyatakan kompeten ini jangan hanya membanggakan diri karena bebannya akan semakin tinggi. Jangan sampai ada yang berkomentar, kok wartawan yang sudah dinyatakan kompeten seperti itu, nakal. Kalau mau nakal, nggak usah ikut UKW,"ujarnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Pers, Muhammad Agung Dharmajaya, mengatakan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan. Menurutnya, kalau wartawan hanya bisa menulis seperti di awal memulai karir, itu bukanlah hal yang luar biasa.
"Tetapi hari tantangannya adalah apakah kita paham dengan apa yang kita tulis dan apa yang kita sajikan. Tak kalah pentingnya adalah pertanggungjawaban ketika kita menyampaikan tayangan dan berita,"ujarnya.
Ia berharap kepada yang sudah dinyatakan kompeten, bahwa proses yang dilalui di UKW ini bukan persoalan bodoh dan pintar, tapi persoalan apakah yang dikerjakan sehari-hari sudah betul atau belum.
"Kita biasa naik motor, tapi nggak punya SIM, begitu ujian SIM belum tentu lulus,"ungkapnya (*).
Editor : Redaksi