Prabowo Dorong Reformasi Hukum Menyeluruh, Targetkan Pembenahan Polri hingga TNI
Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong reformasi hukum secara menyeluruh dengan menyasar pembenahan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi negara sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (17/3/2026) malam hingga Rabu (18/3) dini hari.
Pernyataan itu kembali ditegaskan dalam keterangan pers pada Senin (23/3/2026).
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa reformasi yang diusung tidak hanya menyasar satu lembaga, melainkan seluruh perangkat negara yang berperan dalam penegakan hukum.
“Yang ingin saya lakukan yakni transformasi bangsa. Saya ingin memperbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” ujarnya.
Prabowo menilai profesionalisme aparat menjadi syarat utama bagi negara yang kuat. Ia menekankan bahwa integritas dan disiplin tidak bisa ditawar jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan dipercaya.
Menurutnya, ulah segelintir oknum dapat merusak citra institusi secara keseluruhan dan berdampak pada banyak aparat yang bekerja secara profesional.
“Mungkin beberapa oknum dia punya kekuatan, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” katanya.
Presiden juga memberikan kesempatan kepada setiap institusi untuk melakukan pembenahan internal. Namun, ia mengingatkan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila tidak ada perubahan nyata.
“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa memperbaiki diri enggak? Kalau kamu memperbaiki diri saya kasih kesempatan,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, terutama terhadap praktik ilegal yang dinilai masih bisa dicegah melalui sistem dan teknologi, termasuk di sektor pertambangan.
Dalam proses reformasi tersebut, Prabowo memastikan tidak ada perlakuan khusus bagi pihak mana pun. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tegas telah dilakukan terhadap sejumlah pejabat tinggi yang terbukti melanggar hukum.
“Sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat dan kita serahkan ke kejaksaan,” pungkasnya.
Langkah reformasi ini diharapkan menjadi titik awal perubahan besar dalam sistem penegakan hukum di Indonesia, dengan tujuan menciptakan aparat yang bersih, profesional, dan kembali mendapat kepercayaan masyarakat luas.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat