Breaking News : Gudang PT Sadhana Arif Nusa di Bondowoso Terbakar Hebat
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang milik PT Sadhana Arif Nusa di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang.
Kobaran api yang membumbung tinggi disertai asap hitam pekat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan melahap sebagian bangunan gudang hingga asapnya terlihat dari berbagai titik di sekitar Desa Pancoran.
Warga yang khawatir api merembet ke permukiman berhamburan keluar rumah. Sebagian di antaranya berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu petugas datang melakukan penanganan.
Feli, warga RT 15 RW 5 Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, mengaku menerima informasi kebakaran beberapa saat setelah api mulai membesar.
“Barusan sekitar 20 menit yang lalu saya mendapat informasi. Menurut keterangan yang saya terima, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB,” ujarnya.
Menurut informasi yang diterimanya dari Kepala Dusun setempat, titik api pertama kali terlihat dari bagian utara area gudang sebelum kemudian menjalar ke bagian bangunan lainnya.
“Menurut Pak Kasun, awalnya api terlihat dari sebelah utara. Sekitar 10 menit sebelumnya juga masih terlihat di bagian barat lokasi,” katanya.
Sejumlah armada pemadam kebakaran Kabupaten Bondowoso telah diterjunkan ke lokasi. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan berusaha mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain maupun rumah warga yang berada di sekitar gudang.
Kecemasan sempat dirasakan warga yang tinggal berdampingan dengan lokasi kebakaran. Deni, salah seorang warga, mengaku bersyukur karena rumahnya tidak terdampak.
“Alhamdulillah, rumah saya aman,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku menjinakkan kobaran api. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun nilai kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
JatimUPdate.id, masih menghimpun informasi dari pihak terkait. Perkembangan terbaru akan disampaikan pada laporan berikutnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat