Catatan Mas AAS

Berkolaborasi Adalah Sikap Seorang CEO Di Era Modern

Reporter : -
Berkolaborasi Adalah Sikap Seorang CEO Di Era Modern
Mas AAS

Kegiatan hari kemarin dan hari ini. Mengajari kepada ku, bagaimana sebuah organisasi perusahaan itu dikelola.


Pengelolaan organisasi dalam sebuah perusahaan, mindset yang dimiliki oleh sang CEO di dalam sebuah perusahaan begitu sangat signifikan membawa kemajuan perusahaan.

Baca Juga: Inspirasi Pagi


Tentu saja tulisan ini dibuat berdasarkan atas sebuah kegiatan auditori penulis dengan kolega di dua perusahaan yang berbeda dalam hari yang berbeda pula: kemarin di Gresik dan tadi pagi hingga sore ini di perusahaan di bilangan Waru Sidoarjo!


Berdiri dan berjalannya sebuah perusahaan acap kali alami hambatan: bisa karena sepinya orderan, atau kalah bersaing dengan kompetitor. Dan kedua persoalan di lihat secara bijaksana oleh kedua CEO di perusahaan yang bergerak di bidang desain dan kontruksi yang biasa bermitra dengan perusahaan BUMN itu. Baik perusahaan yang ada di Gresik dan di Waru Sidoarjo.


Alih-alih mereka menjelekkan perusahaan kompetitor. Kedua CEO justeru berpikir keras dan mendetailkan ulang beberapa resource yang dimilikinya. Lalu menawarkan sebuah solusi dalam bentuk *kolaborasi* dengan kompetitor. Memang di jaman modern dan semua akses informasi bisa diperoleh dengan hanya jentik kan sebuah jari di layar hape. Pikiran buat berkompetisi tak sempat mampir di benak serta pikiran kedua CEO di atas!


Penulis sembari menunggu bus yang akan membawa diri ke Pasuruan, mengajar anak didik yaitu mahasiswa di kelas dalam mata kuliah kepemimpinan dan kewirausahaan. Jadi memiliki sebuah inspirasi bahwa fenomena riil di dua perusahaan yang sempat di audit oleh penulis bersama dengan kolega, layak menjadi sebuah *studi kasus* yang bisa jadi menjadi semacam _loping_ celah persoalan yang melompat-lompat diurutkan persoalannya dan dicari solusinya.


Konsep kolaborasi yang diteladankan oleh para pimpinan kedua perusahaan di atas. Apa bisa menjadi sebuah _trigger_ bagi mahasiswa penulis di dalam kelas untuk berpikir hal yang sama. Apabila mereka berada pada posisi yang sama: lagi dibawah posisinya, dan hanya bisa mengandalkan resource yang dimiliki, lalu pasar pun masih belum mendukung alias orderan _project_ masih sepi!


Aku mampu A, Anda mampu apa? Apa bisa itu menjadi sebuah role model untuk diskusi akademik di ruang kelas, nanti sore dan malam di kampus ITB Yadika Pasuruan. Tentu saja peran seorang dosen dalam hal ini penulis, sangat berpengaruh membawa suasana kelas dan mengajak mahasiswa terlibat secara aktif mengeluarkan semua kemampuan berpikirnya untuk berbicara. Ya, berbicara di dalam kelas dan menyampaikan ide serta gagasan, adalah indikator pertama kualitas mahasiswa didikan penulis. Dan para mahasiswa di ITB YADIKA PASURUAN, sangat tahu bagaimana seorang penulis memotivasi para anak bangsa itu untuk mau dan mampu berbicara! Kalau hanya diam saja di dalam kelas, mending Anda belajar di rumah saja.


Harapan penulis, peristiwa yang diungkap melalui kegiatan wawancara yang mendalam dilakukan kepada pimpinan di kedua perusaan di atas. Akan menjadi alat yang efektif membawa suasana kelas nanti bisa memiliki atmosfer yang sama: kelas nya hidup lagi dinamis dan banyak saling tukar informasi dan argumentasi yang terjadi pada mahasiswa di dalam kelas dan tujuan utama mereka kuliah di ITB Yadika Pasuruan, harus benar-benar mengalami kebiasaan yang demikian. Karena tugas utama seorang mahasiswa strata satu adalah berani berpikir sesuatu dan berani berbicara sampaikan sesuatu yang ia pikirkan di dalam kelas!

Baca Juga: Kampung Halaman


Tulisan pun usai, dan bebarengan dengan itu rinai itu pun tumpah dengan deras di pintu gerbang bus antarkota di Bungurasih Surabaya.


_"Pancen wayah e udan, arep piye maneh!"_


Secepatnya penulis harus segera naik bus, dan tiba di kampus tepat waktu. Jangan dijejali terus itu para mahasiswa dengan setumpuk teori. Pun demikian mereka juga harus mengenal bagaimana budaya on time dan disiplin itu melekat dalam karakter dan _attitude_ mereka. Semua itu hanya bisa terjadi, apabila si dosen nya juga bisa bersikap disiplin yang sama.


Setiap pemimpin pada akhirnya akan benar-benar bisa menjadi *Bocah Angon* bila di depan ia memberi contoh, dan di belakang ia mendorong anak buahnya untuk maju, dan mengajari bagaimana bersikap agar bisa tidak menyerah akan keadaan yang terjadi.

Baca Juga: Buku Baru Warisan Baru


Kedua CEO di dua perusahaan di atas telah berhasil memberi contoh kepada penulis dan kolega dengan memberi contoh nyata, akan apa yang mereka kerjakan untuk perusahaan nya. Keduanya berkolaborasi dengan para kompetitornya, itu aksi riil nya!


Demikian.

 

AAS, 14 Maret 2024
Bungurasih Surabaya

Editor : Nasirudin